Harianpilar.com, Mesuji – Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Mesuji agaknya tak mau kalah sahing dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya di Mesuji dalam menjalankan setiap Program. Bahkan, BLHD Mesuji memastikan besok (Hari ini red) akan melakukan pembinaan Adiwiyata terhadap 45 sekolah di Kabupaten Mesuji.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Mesuji Drs. Hamdani, melalui Kabit Analisis dan evaluasi Kamiludin, didampingi Kasubid Evaluasi Ismail Fatoni, mengatakan, pembinaan Adiwiyata ini ditujukan ke 45 sekolah yang tersebar di tujuh Kecamatan se-kabupaten Mesuji. Pembinaan ini dilakukan sebagai bimbingan untuk diusulkan keprovinsi sebagai sekolah adiwiyata.
“Sekolah-sekolah yang dibina taklain sekolah yang berwawasan lingkungan dalam arti sekolah tersebut pola lingkungannya sehat, hijau, bersih dan faktor-faktor lainnya juga mendukung. Pembinaan ini akan dilakukan mulai hari ini selama tujuh hari di 45 sekolah yang telah ditunjuk sebagai sekolah adiwiyata,”paparnya.
Dikatakan Ismail, pembinaan terhadap sekolah adiwiyata ini seperti pembenahan sekolah itu sendiri baik itu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), administrasi sekolah, tumbuh-tumbuhan / taman disekolah, tata kelola sampah, personal haizin anak-anak, MCK, dan penataan kantin yang bebas dari makanan yang mengandung zat berwarna.
“Pembinaan Sekolah Adiwiyata ini tentunya tidak hanya BLHD sendiri tetapi melibatkan satker terkait seperti Dinas Pendidikan, Perkebunan, Kesehatan dan beberapa satker lainnya. Keterlibatan satker ini tentunya memiliki peran masing-masing didalam menciftakan sekolah yang sehat lingkungan,”jelasnya.
Sementara Sekolah yang sudah masuk kata gori sekolah Adiwiyata, lanjut Ismail Fatoni, maka sekolah tersebut akan dibina langsung oleh Provinsi. “Pembinaan terhadap sekolah-sekolah ini tentunya nanti akan dibina langsung oleh Provinsi. Karena, Kabupaten sifatnya hanya pengusulan sebagai mana surat edaran yang dilayangkan provinsi kekabupaten,”imbuhnya.
Lebih dalam dikatakan Ismail Fatoni, selain penerapan dilingkungan sekolah, siswa-siswi ini juga diharapkan kedepan dapat menerapkan wawasan lingkungan ditenggah-tenggah keluarga dan masyarakat sekitar. Artinya, bila satu anak mampu menciftakan lingkungan yang sehat maka rumah dan lingkungan juga ikut sehat.
“Kita harapkan kedepan siswa-siswi ini mampu menciftakan lingkungan yang sehat, baik dari segi lingkungan bebas dari sampah, maupun lingkungan yang hijau. Karena adanya lingkungan hijau maka udara serta kondisi rumah menjadi sejuk,”tukasnya.(Sandri/JJ).









