oleh

Kades Kertosari Diduga Korupsi Dana BUMDes

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Kasus dugaan penilepan Dana Desa untuk Bandan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) sebesar Rp93 juta yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Desa Albert Halomoan Sidauruk syarat dengan tindakan korupsi.

Betapa tidak, Albert panggilan Albert Halomoan Sidauruk mengaku sudah mentranfer dana tersebut  ke rekening BUMDes. Bendahara Rini mengaku dana tersebut masih tersimpan secara utuh di Bank Lampung, tapi Rini mengaku menyimpan uang BUMdes di rumah sebesar Rp8 juta beserta buku cek Giro di Bank Lampung Tanjungintang yang dibuka tanggal 29 Maret 2018, setelah kasus tersebut terkuak pada Jumat (23/3/2018).

Ketua organisasi masyarakat (ormas) Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) Lampung Selatan Mistorani mengatakan dengan keterangan Bendahara yang menyatakan dirinya menyimpan uang BUMDes Rp8 juta di rumahnya jelas memberi gambaran terang bahwa sisa uang dari Rp93 juta dikurang Rp8 juta masih tersisa 85 juta. “Nah uang Rp85 juta sekarang masuk ke kantong siapa,” tanya Mistorai, Selasa (10/4/2018).

Borok ini harus dibongkar. Sebab kalau tidak, akan terjadi di tahun berikutnya. Untuk itulah, maka pihaknya akan membentuk tim untuk melakukan infestigasi lebih dalam lagi untuk mencari data dan keterangan dari berbagai sumber yang kompeten. “Tujuannya kita mengauk kasus dugaan penilepan dana BUMDes Desa Kertosari untuk menyelamatkan uang Negara,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan apabila data sudah dinyatakan lenkap, permsalahan tersebut akan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) dan Polres Lampung Selatan ditembuskan ke Bupati Lampung Selatan.

Dia menyatakan, mustinya Albert sebagai kepala desa sekaligus sebagai Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Tanjungsari member contoh yang baik.

Mistorai mengungkapkan kalau Alber selalu mengatakan pengurus BUMDes desa yang dipimpinnya tidak berjalan lantaran belum ada pelatihan dari Kabupaten dan tidak ada petunjuk teknis (Juknis) nya. Mistirani mengatakan Albert suruh belajar BUMDes di Desa Margo Rejo, Kecamatan Jati Agung. “BUMDes di Desa Margo Rejo, Kecamatan Jati Agung sudah berjalan dengan baik, bahkan asetnya kini sudah sangat banyak. Ini sama-sama Lampung Selatan,” tegas Mistorani.

Bendahara BUMDes Rini baru membuka cek Giro di Bank Lampung Cabang Tanjungintang pada tanggal 29 Maret 2018, setelah kasus tersebut terkuak pada Jumat (23/3/2018).

Rini tekesan menutupi permasalahan yang membelit oknum Kepala Desa Kertosari Albert Halomoan Sidauruk.

Rini mengatakan dana tersebut sampai Jumat (6/4/2018) masih tersimpan di rekening Bank Lampung, tapi buku rekeningnya disimpan Albert. “Dana BUMDes masih utuh di bank, sampai sekarang belum ada yang diambil,” kata Rini di rumahnya Jumat (6/4/2018).

Namun anehnya, Rini mengaku menyimpan uang BUMdes di rumahnya sebesar Rp8 juta.

Rini yang mengaku sebagai kader Posyandu tidak bisa menunjukkan buku rekening. Dia hanya menunjukkan bukti membuka cek Giro di Bank Lampung Tanjungbintang pada tanggal 29 Maret 2018. Padahal, dana BUMdes yang menjadi masalah tahun 2017, bukan tahun 2018 sebagaiana yang disampaikan Rini.

Sebelumnya, Ketua BUMDes Desa Kertosari Agus Hartono mengatakan sampai hari Jumat (23/3/2018) dirinya tidak menerima dana BUUMDes tahun 2017. Akibatnya BUMDes yang dipimpinnya belum melakukan aktifitasnya. “Sampai sekarang kami belum melakukan kegiatan apa-apa,” cetus Agus di rumahnya, Jumat (23/3/2018).

Dia malah belum mengetahui kalau tahun 2017 BUMDes sudah dianggarkan melalui Dan Desa. “Tanya saja ke Kades,” ujar Agus.

Dia menceritakan BUMDes yang dipimpinya bersama Bendahara Rini dan Sekretaris Nita Komalasari sudah terbentuk beberapa bulan lalu berdasarkan hasil rapat di balai desa. Namun sejak dibentuk hingga kini belum ada kegiatan lantaran dananya belum dikucurkan ke rekening BUMDes.

Sementara Kepala Desa Kertosari Albert Halomoan Sidauruk mengatakan dana BUMDes tahun 2017 sebesar Rp93 juta. Dia mengaku dana tersebut sudah digelontorkan ke rekening BUMDes.

Bahkan dia mengaku sudah menyiapkan ruko untuk kegiatan BUMDes. Sebab kata Albert, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan meminta kepada semua desa agar membuat warung desa. (Mar)