Harianpilar.com, Bandarlampung – Sebanyak 200 mahasiswa, pelajar dan nitizen Provinsi Lampung mengikuti sosialisasi dan edukasi bijak bermedia social. Masyarakat harus memahami dinamika dan problematika penggunaan media social (medsos), peran Kepolisian untuk memberikan edukasi bermedia sosial secara bijak kepda masyarakat termasuk kepada siswa-siswa sekolah. Kegiatan tersebut digelar di ballrom hotel Sheraton, Rabu (28/02/2018).
Kegiatan tersebut menghadirkan nara sumber Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kadis Kominfotik) Provinsi Lampung Ir. Ahmad Chrisna Putra, Ketua Bidang Kompetiei Aptikom Pusat AKBP. Heru Yulianto SIK, Kanit 2 subdit 2 Diskrimsus Polda Lampung Kompol. Hakim Rambe S.Kom.
Kadis Diskominfotik Provinsi Lampung Ahmad Chrisna Putra mengatakan, bahwa situs-situs yang telah diblokir oleh pihak Kominfo akan mati permanen tidak dapat dibuka lagi. Hal itu akan dilakukan setelah adanya laporan dari pihak-pihak terkait.
“Untuk saat ini ada lebih dari 17.000 pengaduan untuk pemblokiran, namun keseluruhan yang diblokir adalah situs dewasa,” jelas Kadis Kominfo Provinsi Lampung.
Chirsna Putra mengatakan bahwa yang paling banyak penyebaran isu hoax dan sara yaitu mengenai soal agama dan politik.
Dikatakan Kanit II Kasubdit II Cyber Crime Polda Lampung, Kompol Arif Rachman Hakim Rambe, kegiatan tersebut dilaksanakan agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
“Sementara ini Lampung aman dari organisasi seperti Saracen dan The Family MCA, kalau masalah penangkapan terkait penyebaran ujian kebencian di Waykanan itu murni pribadi, bukan bentuk suatu kelompok. Jadi, kita lebih tekankan lagi terhadap masyarakat untuk dapat lebih bijak dalam menggunakan media social,” terangnya.
Sedangkan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Sulistyaningsih meminta agar masyarakat berhati-hati dalam menerima informasi. Jangan langsung disebarkan kembali tanpa mengetahui kebenaran informasi tersebut.
“Warga juga mesti hati-hati dalam menerima informasi ataupun berita tanpa mengetahui kebenaran informasi tersebut, harus bijaklah dalam menggunakan media sosial, apalagi sekarang kita sudah ada Cyber Troops yang mengawasi hal tersebut,” jelas Sulistyaningsih. (Nadia/Maryadi)









