oleh

Banjir Kepung Lima Kabupaten

Harianpilar.com, Bandarlampung – Lampung diguyur hujan deras pada Minggu (25/2/2018) malam. Dampaknya, sejumlah daerah terendam banjir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, ada lima Kabupaten yang terendam banjir.

Kelima kabupaten adalah Waykanan, Lampung Tengah, Kota Metro, Lampung Timur dan Lampung Utara. Di Kabupaten Way Kanan, empat kecamatan yang terendam banjir. Masing-masing Kecamatan Negeri Besar, Kecamatan Pakuan Ratu, Kecamatan Bahuga dan Kecamatan Negeri Batin.

Di Lampung Tengah dua orang diketahui tewas terhayut arus banjir, seorang hilang, sedangkan sejumlah kendaraan terjebak banjir. Dua orang warga yang tewas terhanyut arus banjir pengendara sepeda motor berboncengan terjebak banjir di Kampung Bendo Komering, Kecamatan Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah. Tim Search and Rescue (SAR) Polda Lampung dan Polres Lampung Tengah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Tengah masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang.

Puluhan rumah di Kampung Banjarratu, Kecamatan Waypangubuan, terendam banjir akibat tingginya hujan sejak Jumat (23/2/2018) hingga Minggu malam.

Kepala Kampung Banjarratu, Hamidi, mengatakan selain merendam puluhan rumah, banjir juga menghanyutkan satu unit sepeda motor, satu ton ikan budi daya milik warga serta merendam lima hektare sawah.
“Banjir terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, alhamdulillah tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut. Hanya saja kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah,” katanya.

Kabid BPBD Bagian Logistik Pemkab Lampung Tengah  Siswanto mengatakan di Kecamatan Bekri juga mengalami banjir. Beberapa rumah di Kecamatan Seputih Agung, Kampung Slusuban dusun 7 dan 4 juga terendam banjir.

Kodim 0411 LT memberikan bantuan kepada masyarakat dampak dari hujan deras yang mengguyur Kota Metro pada minggu malam (25/02/2018) hingga dini hari menyebabkan Kota Metro dan Kelurahan Margorejo terendam genangan air hingga satu meter.

Beberapa titik banjir di kota Metro seperti, Kelurahan Margorejo Rt.20 Rw.06 yang menyebabkan beberapa rumah warga terendam air . Titik banjir lainnya di terdapat Kelurahan Tejo Agung Rt. 31 Rw.07 serta komplek perumahan umum(Perum) Prasanti blok  A,D dan F.

Kodim 0411/LT mengambil tindakan dengan pemantauan di lokasi banjir oleh jajaran  para Babinsa di setiap desa dari kota Metro, Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Timur, kemudian secara cepat melakukan pembuatan posko pertolongan dan pemberian bantuan kepada korban banjir.

Komandan Kodim (Dandim)  0411/LT Letkol Czi Burhannudin, meninjau langsung ke lokasi banjir Senin (26/02/2018) Pukul 08.00 Wib di kampung Harapan Rt.28 Rw.06 Tejosari dan Tejo Agung Kota Metro.

Peninjauan Dandim 0411/LT sekaligus memberikan bantuan kepada warga yang terkena banjir, bantuan tersebut diterima langsung  Lurah kampung Harapan.

Di Waykanan, banjir akibat luapan Sungai Way Umpu dan sungai Waykanan, melanda empat kampung di Kecamatan Pakuonratu. “Kampung yang terdampak banjir yaitu Negararatu, Negarasakti, Rumbih dan Gunungwaras. AlhamduliLlah beberapa warga telah diungsikan ke tempat yang lebih tinggi,” kata Kepala BPBD Kabupaten Waaykanan, Rusli Arsyad di Waykanan.

Hal yang sama juga terjadi di Lampung Timur. Empat kecamatan di Kabupaten Lampung Timur terendam banjir akibat hujan yang mengguyur daerah itu dengan ketinggian bervariasi mulai satu sampai dua meter, Senin 26/2/2018).

Ketua Tim Tagana Lampung Timur Eddy Siswanto saat dihubungi di Lampung Timur, Senin (26/2/2018) menjelaskan bahwa banjir telah merendam Desa Desa Banjar Rejo dan Desa Bale Rejo di Kecamatan Batanghari. “Sedikitnya ada 36 rumah di Desa Banjar Rejo dan empat rumah di Desa Bale Rejo terendam banjir,” katanya.

Kecamatan tersebut terdiri Sukadana, Way Bungur, Bumi Agung, dan Batanghari. Banjir di Pasar Sukadana mengharuskan warga setempat dievakuasi pada Senin pagi. Di beberapa desa, ribuan hektare sawah terendam banjir dan dikhawatirkan puso. Sampai kini tak ada laporan korban jiwa.

Selanjutnya di Desa Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana sebenyak 150 rumah terendam akibat luapan Sungai ay Pegadungan, Way Kawat dan Way Capang yang melewati desa ini. Sementara di Desa Rantau Jaya Udik Kecamatan Sukadana sebanyak 18 rumah dan 21 hektare sawah padi siap panen turut terendam.

Di Kecamatan Way bungur 60 rumah, di Kecamatan Bumi Agung 50 rumah. Empat rumah di Desa Karang Anyar Kecamatan Labuhan Maringgai serta ratusan hektare sawah baru tanam juga terendam di desa ini.

Menurut Eddy, ketinggian air yang merendam rumah-rumah warga di sejumlah wilayah Lampung Timur itu mencapai 150 centimeter dan belum ada tanda-tanda air surut hingga Senin sore ini mengingat sejumlah sungai itu masih meluap.

“Jadi untuk sementara warga kami ungsikan dan sebagian kami buatkan tenda darurat dan dapur umum,” katanya. Eddy menyatakan belum ada bantuan makanan yang diterima korban banjir dari Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. “Makanan untuk korban banjir masih mengandalkan bantuan makanan dari warga sekitar,” ujarnya.

Pemerintah kabupaten setempat sudah menurunkan petugas guna menyiapkan bantuan yang diperlukan masyarakat. Sedangkan perbaikan belum ditentukan karena kerusakan belum diketahui secara pasti.

“Dinas terkait sudah kita turunkan, sedangkan bantuan segera sampai kepada korban yang membutuhkan,” kata Plt Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari, Senin (26/2/2018).

Zaiful mengakui di daerahnya terutama yang sedang dilanda banjir hampir tiap tahun terjadi. Karena itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah pusat karena sumbernya dari sungai.

Kasubid Kedaruratan Bencana BPBD Lampung Efendi Arsyad mengatakan banjir di beberapa kabupaten di Lampung memang rutin terjadi saat musim penghujan. Penyebabnya adalah air sungai yang meluap sampai melewati pemukiman warga. Biasanya, surut air sungai agak lama. Antara dua hingga tiga hari.

BPBD di masing-masing kabupaten sudah turun ke lapangan untuk membantu dan mengevakuasi warga. “Untuk kerugian dan korban, kawan-kawan di kabupaten sedang mendata. Saat ini semuanya sudah turun kelapangan,” jelas effendi.

Dia mengimbau bagi masyarakat yang tinggal dekat dengan sungai untuk berhati-hati. Mengingat berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Lampung, hujan lebat disertai petir masih berlangsung. (Candra/Edy/Maryadi)