Harianpilar.com, Bandarlampung – Dugaan peristiwa kebakaran di Pasar Way Halim, Bandarlampung diduga berasal dari konsleting arus listrik. Hal tesebut disampaikan oleh Firman, warga setempat.
“Kalau dari dugaan sih sementara akibat dari korsleting listrik,” ungkap firman salah satu warga disekitar lokasi, Sabtu (20/1/2018).
Hingga pukuk 20.00 lewat ini pun masih diselidiki penyebab terjadinya kebakaran. Terlebih lokasi kebakaran pun sangat riskan, kebakaran terjadi di lapak-lapak yang bercampur antara pedangang plastik gorengan, kain, dan lain halnya. Demikianlah yang menyebabkan kebakaran dengan cepat menjalar dari ruko satu ke ruko lainnya.
“Kebetulan pada saat tadi, saya keluar dan saya melihat ada percikan api dari dalam pasar, setelah itu api menjalar dan muncul ledakan sekitar 3 kali lah,” tambahnya.
Untuk taksiran kerugian pun masih belum diketahui, petugas terpantau masih berjibaku. Namun, pedagang menyayangkan terjadinya kebakaran. Pasalnya, mengingat akan berpindahnya para pedagang ke pasar Perumnas Way Halim yang telah rampung dibangun Senin (22/1/2018) nanti.
Puluhan kios di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang di pasar way Halim, tepatnya di samping SD Al Azhar terbakar pada Sabtu (20/1) petang.
Kebakaran diperkirakan bermula sekitar pukul 18:30, selepas adzan magrib. Si Jago merah, nampak mengamuk di kawasan TPS yang dipergunakan berdagang puluhan pedagang semenjak renovasi pasar Wayhalim, pada September Tahun 2017 lalu. TPS yang sebagian besar terdiri dari bangunan kayu, menjadi santapan empuk bagi si jago merah.
Saksi Mata kejadian Dessy Alkindi (38) mengatakan sebelum Maghrib beberapa kios sudah mulai terbakar. “Dari sebelum maghrib saya sudah dengar ada suara ledakan ledakan kecil. Api sudah besar seusai adzan,” kata dia.
Sejumlah warga dan pemadam kebakaran berjibaku berupaya memadamkan api yang telah membesar. Kondisi angin yang besar dan bahan bangunan pasar yang berasal dari kayu membuat api sulit dipadamkan. (Mar/Lis)









