Harianpilar.com, Tanggamus – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, kini sedang melakukan pembenahan dalam rangka menghadapi akreditasi. Target yang diharapkan cukup sebagai sarana kesehatan tingkat dasar bagi kategori rumah sakit.
Menurut Direktur RSUD Kotaagung M Yudhi, tahap peraiapan yang dilakukan yakni simulasi akreditasi pada 12-13 November. Selanjutnya pra survei akreditasi pada 21-22 November dan barulah survei akreditasinya pada 12-13 Desember oleh tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit.
“Persiapan dari kami mulai lakukan workshop, bimbingan kepada seluruh pegawai rumah sakit, dan persiapan lain,” katanya, Jumat (10/11/2017).
Yudhi mengaku, target akreditasi tidak perlu muluk-muluk, minimal mendapatkan status tingkat dasar. Hal itu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi di RSUD Kotaagung sendiri. Sebab masih kekurangan yang harus dibenahi dan kondisi saat ini masih jauh agar mendapatkan status yang lebih tinggi.
“Kami akui banyak kekurangan jadi cukup akreditasi dasar dulu, yang penting bisa memenuhi ketentuan yang ditetapkan pusat. Kalau mau tingkat di atasnya nanti bisa diupayakan,” ujarnya.
Kondisi saat ini, kata Yudhi memang banyak kekurangan, mulai dari sarana bangunan dan alat medisnya.
Untuk bangunan misalnya masih ada lantai yang pecah keramiknya, dinding yang rerak, atap yang bocor, belum lagi kondisi pintu dan jendela yang engsel atau penguncinya rusak.
“Kalau standar akreditasi yang tinggi semua itu sudah tidak boleh, semua harus benar-benar bagus. Lantas untuk sarana medis seperti tempat tidur harus standar, jumlah ruangan mencukupi. Kemudian peralatan medis, saat ini masih ada peralatan yang diperbaiki dan butuh perbaikan. Semua peralatan harus ada sertifikatnya. Dan untuk RSUD Kotaagung belum mampu mencapai itu,” terang Yudhi.
Selanjutnya Yudhi mengatakan, untuk sumber daya manusia (SDM), kondisi saat ini di RSUD Kotaagung belum memiliki dokter spesialis anastesi. Dokter spesialis yang ada yaitu spesialis kandungan tiga dokter, spesialis anak dua dokter, spesial penyakit dalam dua dokter, lalu spesialis bedah umum, bedah tulang, radiologi masing-masing satu orang.
“Jumlah spesialis baru ada sepuluh, maka diupayakan tambah dua dokter spesialis lagi yakni untuk paru dan mata,” kata Yudhi.
Selain itu kondisi perawat, saat ini untuk yang berstatus ASN ada 131 orang, dan tenaga kerja sukarela 202 orang. Dalam akreditasi sangat diperlukan ketrampilan yang ditunjukan dengan sertifikasi. Maka tidak bisa perawat hanya bekerja berdasarkan naluri saja, tapi perlu ada bukti kopetensi kemampuan mereka.
“Standarnya 70 persen dari total perawat harus berkopetensi, tapi di tempat kami baru 20 persennya, maka sangat jauh,” ujar Yudhi.
Lebih lanjut Yudhi menambahkan, untuk tenaga lainnya dirasa sudah cukup khususnya bagi penunjang non medis seperti tenaga administrasi, bagian umum dan lainnya. Lantas RSUD Kotaagung juga memutuskan tidak akan melibatkan pihak ketiga dalam hal ini seperti perusahaan outsourcing untuk mengurusi kebersihan dan parkir.
“Kami tidak terapkan itu, sebab dalam akreditasi tidak ada nilainya meski dari segi kondisi rumah sakit semakin bagus. Jadi kami tetap andalkan tenaga internal saja,” tegas Yudhi. (Agus/Mar)









