oleh

Harga Elpiji 3 Kg Tembus Rp30 Ribu

Harianpilar.com, Tanggamus – Pemkab Tanggamus mengaku tingginya harga elpiji ukuran 3 kg di Kota Agung karena ulah pengecer dan tidak semakin tingginya kebutuhan konsumen. Menurut Irhamsyah Kundo, Kasubag Produksi mewakili Kabag Ekonomi Suyanto, pihaknya sudah melakukan pantauan ke beberapa agen dan pangkalan di Kota Agung, hasilnya distribusi tetap lancar dan sebelumnya juga sudah ada penambahan kuota elpiji.

“Kami sudah memantau ke tempat-tempat agen dan pangkalan. Mereka mengaku barang tetap ada dan distribusi juga tidak ada masalah,” ujarnya, Selasa (18/7/2017).

Irhamsyah menjelaskan pula jika agen dan pangkalan tidak mungkin permainkan harga dengan menaikkannya sebab izinnya bakal dicabut. Sehingga jika elpiji bisa menembus Rp 30 ribu per tabung selama dua pekan lalu itu ulah dari pengecer.

“Memang kami tidak bisa intervensi ke pengecer agar melarang menjual harga tinggi, kami hanya bisa menekan agen dan pangkalan supaya jual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan. Lalu agen dan agen melaksanakannya,” jelas Irhamsyah.

Kemudian ia juga membantah, adanya kekosongan stok, sebab dari pengakuan agen dan pangkalan pasokan dari PT Pertamina lancar. Selama ini tidak pernah terhambat sejak bulan puasa sampai sekarang ini.

“Memang kami khawatirkan pasokan terhenti, sehingga menyebabkan barang kosong lantas harganya naik. Tapi itu tidak terjadi barangnya tetap ada terus, tidak pernah kosong. Jadi tidak ada masalah yang membuat munculnya kenaikan harga,” terang Irhamsyah.

Dijelaskan Irhamsyah bahwa penyebab kenaikan hanya karena pembelian yang meningkat jelang Idul Fitri dan pasca Idul Fitri. Secara hukum ekonomi memang kondisi itu biasa menyebabkan kenaikan harga. Meskipun secara produksi tidak ada masalah.

“Bahkan stok menjelang Idul Fitri sudah ditambah 11 persen, dari kuota bulanan jadi tidak pernah ada keterlambatan dan kekosongan stok. Sampai data terakhir pasokan pada April 767,76 metrik ton, dari total dari Januari sampai April 3.049,20 metrik ton,” kata Irhamsyah.

Selanjutnya apabila harga masih tinggi, ia mengaku siap menggelar operasi pasar. Tujuannya untuk menekan agar harga tidak terus-menerus tinggi kerena meresahkan masyarakat. Bagaimanapun elpiji 3 kg sudah jadi kebutuhan pokok untuk keperluan dapur.

“Kalau masih tinggi juga kami siap operasi pasar. Khususnya di Kota Agung yang selama ini tinggi, sedangkan tempat lainnya tidak,” jelas Irhamsyah.

Menurut Darwin, warga Kotaagung, saat ini harga elpiji 3 kg di pengecer Rp 25 ribu. Harga tersebut sudah turun dari sebelumnya Rp 30 ribu. “Kalau sekarang sudah agak turun jadi Rp 25 ribu, kalau kami inginnya turun lagi seperti dulu Rp 20 ribu, jadi lihat saja besok-besok bisa turun lagi atau tidak,” katanya. (Agus/Mar)