oleh

SMPN 24 Tolak Biling Guru

Harianpilar.com, Bandarlampung – SMPN 24 Bandarlampung menolak siswa bina lingkungan (Biling) guru yang orang tuanya mengajar di luar sekolah setempat. Calon wali murid biling guru Adi, mengatakan pihaknya mengaku kecewa atas penjelasan panitia terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) melalui jalur biling guru. Beberapa petugas SMPN 24 mengatakan bahwa sekolahnya tidak menerima siswa baru melalui jalur biling guru yang mengajar di luar.

“Berdasarkan hasil keputusan rapat panitia bersama kepala sekolah, disepakati bahwa penerimaan siswa baru melalui jalur biling guru hanya menerima anak yang orang tuanya mengajar di SMPN 24 saja. “Kami hanya menerima biling guru yang orang tuanya mengajar di luar, yang diterima hanya anak yang orang tuanya mengajar di SMPN 24 saja,” tegasnya, Rabu (5/7/2017).

Pendaftaran biling guru akan dibuka pada tanggal 10 Juli hingga 13 Juli yang akan datang. Namun, sepertinya panitia menutup-nutupi lantaran tidak mencantumkan persyaratan lebih rinci. “Persyaratan yang dipasang pada pengumumnan bersifat umum, tidak spesifik,” katanya.

Padahal, kata Adi, dirinya sudah menyiapkan persyaratan sebagaimana yang tertera di papan pengumuman. Sebab lanjut dia, pada papan pengumuman tidak dicantumkan persyaratan penerimaan siswa baru melalui jalur biling guru akan diterima bagi calon siswa yang orang tuanya mengajar di SMPN 24 saja.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandarlampung menurunkan 741 orang dalam melakukan survei calon siswa baru melalui jalur biling tidak mampu.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Eka Afriana mengatakan jangan sampai kejadian tahun lalu terulang. “Tim survei telah dibekali surat tugas yang telah di SK-kan oleh Kepala Dinas. Mereka dituntut untuk menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan tidak memanipulasi,” ungkap dia kepada awak media diruangannya Rabu (5/7).

Masih kata dia, tidak ada perpanjangan penerimaan PPDB Biling tidak mampu. “Tidak ada perpanjangan. Kami juga tidak membuka posko pengaduan karena semuanya langsung ke sekolah,” ujarnya.

Dia pun menerangkan bahwa survei hingga tanggal 8 Juli 2017. “Kami berharap dengan adanya tugas-tugas yang diberikan panitia dapat dijalankan dengan baik. Ini merupakan tahun keempat biling. Jadi yang diseleksi benar-benar yang miskin dengan tertera surat keterangan dari lurah. Jangan tidak tepat sasaran dan ini harus dijalankan panitia,” terangnya.

Eka menambahkan terdapat 741 orang yang melakukan survei. “Semuanya kita kembalikan kesekolah. Tapi kalau terdapat masalah kita tetap akan menyelesaikannya,” tandasnya. (Mar/Lis)