oleh

Pairin Minta Maaf Atas Pernyataan Penggusuran IAI Agus Salim

Harianpilar.com, Metro – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim Metro, menggelar aksi di depan gedung Pemerintah Kota Metro, Jumat (26/5/2017).

Aksi tersebut Ini merupakan lanjutan, sebelumnya dilakukan elemen mahasiswa HMI, IMM, KAMMI, PMII, yang tergabung dalam Aliansi Peduli Pendidikan, Rabu lalu. Dalam aksi kali ini, peserta aksi meminta agar Wali Kota Metro Pairin menemui mereka.

Mereka mendesak agar Walikota Pairin meminta maaf. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Wali Kota Metro Pairin didampingi Wakilnya Djohan, menemui peserta aksi dan menyatakan permintaan maafnya secara langsung.

“Apabila kata­kata saya ada yang kurang berkenan diantara saudara sekalian, pada kesempatan ini saya minta maaf kepada saudara-­saudara sekalian. Untuk masalah penggusuran itu tidak ada,” ungkap Pairin.

Terkait dengan status Agus Salim, Pairin mengatakan telah mendiskusikannya dengan pihak yayasan Agus Salim, untuk mengambil langkah­langkah penyelesaian. SedangkantTerkait perpanjangan waktu ada aturan hitam di atas putih.

“Semua yang namanya barang pemerintah ada aturannya. Maka semua kita ikuti sesuai aturan yang ada. Karena kami pemerintah juga tidak sendiri, ada jenjang yang lebih tinggi. Yang terpenting mahasiswa tetap kuliah,” pungkasnya.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Metro berunjuk rasa di kantor Pemerintah Kota Metro, Senin (22/5/2017).

Dalam unjuk rasa tersebut, para mahasiswa tersebut meminta Pemkot untuk bertanggung jawab terhadap 1200 mahasiswa IAI Agus Salim Metro dan 200 siswa SMP Yayasan Pendidikan Islam (YPI) yang gedungnya akan dilakukan penggusuran

Dalam tuntutan lainnya, Mahasiswa meminta Wali Kota Metro Achmad Pairin untuk meminta maaf kepada masyarakat atas statementnya yang dinilai arogan yakni.

“Itukan tanah kita, siapa suruh bangun?. Dan meminta Pemkot untuk mempertanggung jawabkan atas beberapa penodaan atas visi dan misi yang berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan,” ucap salah satu mahasiswa. (Zuli/Mar)