oleh

Mukhlis Basri Fokus Besarkan PDIP

Harianpilar.com, Bandarlampung – Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Lampung Mukhlis Basri memilih fokus membesarkan partai ketimbang maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018 mendatang.

Bupati Lampung Barat dua periode itu menyatakan tidak akan mendaftar sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur, terkecuali di perintah oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. “Kalau menyangkut saya, saya tidak mau daftar cagub ataupun cawagub, kecuali ada perintah dari DPP, dari ketum, saya lebih mengutamakan membesarkan partai,” jelasnya saat di temui usai rapat konsolidasi persiapan penjaringan Cagub di kantor DPD PDIP Lampung, Minggu (14/5/2017).

Menurut Khulis, apabila tidak ada penugasan partai kepadanya, maka dirinya tidak akan mengulangi maju pada Pilgub, seperti pada 2014 lalu.”Kalau tidak ada perintah saya tidak mau daftar. Alasan kita, kader PDIP ini kan banyak yang berpotensial,” katanya.

Mukhlis menegaskan lebih memimpinkan menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan dari pada menjadi Gubernur atau wakilgubernur.”Kalau saya punya mimpi itu sah-sah saja. Bagi PDIP, menjadi ketua PAC, DPC, maupun DPD tidak diharamkan. Saya sudah sampaikan, saya pernah jadi ketua ranting, PAC, tiga kali ketua DPC, sekarang ini jabat waka bidang kehormatan PDIP. Artinya sebagai pengurus sah-sah saja, jadi ketua DPD,” jelasnya.

***Penjaringan

Mulai 20 hingga 27 Mei Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Lampung membuka penjaringan calon gubernur dan wakil gubernur. Pelaksana harian (Plh) Ketua DPD PDIP Lampung, Bambang DH, mengatakan, pihaknya membuka penjaringan baik eksternal maupun dari internal partai.

“Pendaftaran mulai dibuka tanggal 20-27 Mei, baik untu Cagub maupun Cawagub,” katanya saat menggelar konferensi pers di Kantor DPD PDIP Lampung, Minggu (14/5/2017).

Pendaftaran bisa melalui DPC, DPD atau pun DPP Partai.”Pintu pendaftaran bisa dibuka tiga pintu yakni DPC, DPD dan DPP, terbuka untuk umum,” jelasnya.

Persyaratannya, minimal pendidikan SMA. Disinggung masalah kader PDIP, Bambang menegaskan logikanya tidak ada kader yang tidak potensial.

“Jadi begini keharusan tidak ada, tapi logikanya jika tidak ada kader sendiri yang mengorbit, tapi ketika didorong diberikan kepercayaan pasti ada,” ujarnya.

Menurut mantan Walikota Surabaya itu, banyak kader potensial untuk dimajukan dalam pilgub 2018 mendatang.
“Sudah banyak kader kita yang sudah jadi Bupati, ini sebelah saya Bupati Lambar Mukhlis Basri, ada pak Herman HN. Kita ada tujuh bupati dan dua wakil bupati di Lampung,” katanya.

Dengan sudah menjadi kepala daerah di Kabupaten, dipastikan kader PDIP itu sudah ada potensi jika dia ingin melaju ke tingkat provinsi.

“Artinya sudah biasa di kabupaten, otomatis bisa ke Provinsi. Makanya waktu daftar nanti, biasanya ditanya, mencalonkan sebagai gubernur atau wagub,” ungkapnya.

Sedangkan untuk penilaian nanti dilihat dari hasil survei.”Artinya nanti bisa perseorangan atau berpasangan, jadi mana yang paling berpeluang dari survey, itu yang dimajukan,” pungkasnya. (Fitri/Maryadi)