Harianpilar.com, Bandarlampung – Suhu politik menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung tahun 2018 terus meninggi, aksi ‘saling serang’ antar bakal calon (balon) mulai terjadi. Terbaru, pernyataan Walikota Bandarlampung Herman HN yang menyebut adanya calon kepala daerah membangun pencitraan melalui program ronda, mendapat ‘serangan balik’ dari Partai Nasdem Lampung.
Herman HN juga klaim lebih dulu menggulirkan program ronda di Bandarlampung, namun tidak memanfaatkan media untuk mempublisnya.
Seperti diketahui Partai Nasdem Lampung di pimpin balon Gubernur Lampung Mustafa yang giat menggulirkan program ronda. Partai Nasdem melancarkan kritikan balik dengan menyebut program ronda Walikota Bandarlampung Herman HN hanyalah bersifat instruksi semata.
Ketua Bappilu Partai NasDem Lampung, Edwin Hanibal,mengatakan, masyarakat harusnya mengapresiasi upaya DR.Ir.Hi. Mustafa untuk menjaga keamanan dan ketertiban warga Lampung Tengah.
“Kenapa keberhasilan yang baik ini justru dianggap sebagai maksud lain, padahal sejak dilantik sebagai Bupati Lamteng program ronda sudah digerakkan oleh Mustafa, jadi tudingan pencitraan itu sama sekali tidak berdasar,” tegas Edwin Hanibal.
Meskipun, lanjut mantan Ketua KPU Lampung ini lagi, program ronda diklaim oleh Walikota Bandarlampung, Herman HN sebagai yang pertama melakukan program ronda namun apa yang dilakukan oleh Herman hanyalah bersifat instruksi semata.
“Kalau ronda ala Herman HN itu sifatnya hanya instruksi, sama seperti yang disampaikan oleh Gubernur Lampung ketika melihat program ronda di Lamteng berhasil dan mampu menurunkan angka kriminalitas kemudian dibuatlah instruksi untuk seluruh daerah melakukan ronda, inikan secara tidak langsung gubernur mengakui jika program ronda Mustafa itu efektif,” jelasnya.
Demikian halnya dari sisi pembinaan ronda, terang Edwin lagi, Herman HN hanya sebatas memerintahkan untuk setiap rukun tetangga (RT) melakukan ronda tapi tak pernah hadir memantau aktifitas ronda. Sementara Mustafa, dia mendatangi dan menghadiri setiap ronda yang ada didusun atau kampung-kampung di semua kecamatan di Lampung Tengah,” tandasnya.
Karenanya, Edwin berharap masyarakat harus jeli dan pandai memilah, program yang berhasil dan benar-benar dijalankan untuk kepentingan masyarakat banyak dan program yang hanya bersifat ‘lips service’ semata. (Rls)









