Harianpilar.com, Mesuji – Pengerjaan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Mesuji tahun 2017 diduga kuat sarat penyimpangan. Mulai dari pengerjaan asal-asalan hingga adanya dugaan pengerjaan tidak sesuai rencana belanja anggaran (RAB).
Proyek Dinas PUPR Mesuji tahun 2017 yang di duga bermasalah itu diantaranya proyek pembangunan drainase/talud/retaining wall pertigaan Polsek Tanjungraya senilai Rp536 juta yang di kerjakan CV. Tineba. Kemudian proyek pembangunan drainase/talud/retaining wall di sejumlah titik lainnya yakni di Desa Tri Karya Mulya, D Agung Batin, Way Serdang, Trikarya Mulya, Desa Agung Batin.
Pengerjaan proyek-proyek ini diduga kuat sarat penyimpangan. Dari pantauan Wartawan, seperti proyek pembangunan drainase/talud/retaining wall di pertigaan Polsek Tanjungraya yang diduga tidak sesuai kontrak terutama dalam penggunaan material seperti batu, semen dan pasir.
Begitu juga proyek sejenis di arah Desa Trikarya Mulya dimana terkesan asal jadi. Bahkan pemasangan batu dilakukan berdiri atau sebelah saja sehingga ketebalan hanya 10/15 Cm. Padahal dalam Surat Perintah Kerja (SPK) harus 20 CM. Lebih parahnya lagi adukan semen yang tidak sesuai yakni 1: 4 sehingga adukan kelihatan seperti adukan 1: 8 sampai adukan 1: 12 ditambah papan nama pekerjaan juga tidak dipasang.
Kondisi serupa ditemukan pada proyek serupa di Desa Agung Batin, dimana pekerjaan yang sudah siap PHO tersebut juga diketahui asal jadi. Sebab tidak mengunakan sistem cor rabat namun diplur.
Menanggapi masalah ini, Dinas PUPR Kabupaten Mesuji langsung melakukan pengcekan dan memerintahkan rekanan melakukan perbaikan. Jika tidak Dinas PUPR mengancam tidak akan meloloskan dalam PHO.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mesuji, Rahmad Daniel, langsung turun kelapangan mengcek semua proyek yang di duga bermasalah itu. “Dari peninjauan memang di temukan beberapa proyek pengerjaannya tidak sesuai ketentuan. Artinya pekerjaan ini bila ingin di PHO kan tentunya belum masuk karena hasil pekerjaan tidak sesuai,” terangnya.
Menurut Daniel, pihaknya sudah mengambil sample dan membongkar proyek yang pengerjaanya tidak sesuai kontrak,”Hasil pekerjaan sudah kita lihat sendiri bersama tim. Maka beberapa sempel kita bongkar untuk melihat langsung ketebalan serta sistem pemasangan batu dan ternyata hanya satu lapis sehingga ketebalan tidak mencukupi volume dan pemasangan lantai juga kita perintahkan untuk dicor ulang,”tegas Daniel.
Daniel menjelaskan, setidaknya terdapat dua titik proyek yang kondisi parah yakni di Desa Tri Karya Mulya Kecamatan Tanjungraya, dan Desa Suka Agung Kecamatan Wayserdang, Mesuji. Dimana kondisi pemasangan batu belah diposisi yang tidak benar.
“Hari ini (kemarin) kita memang membongkar pekerjaan yang tenggah dikerjakan oleh kontraktor karena dari beberapa informasi yang masuk ada pekerjaan yang tidak sesuai. Dari hasil inilah maka beberapa titik pekerjaan kita bongkar dan kita lihat ketebalannya dan ternyata hasilnya memang tidak sesuai SPK,”tegasnya.
Danil mengaku sudah memerintahkan konsultan Pengawas maupun kontraktornya melakukan perbaikan dan dihitung ulang volumenya. Apabila masih tidak sesuai maka dengan tegas pihaknya tidak akan mem-PHO-kan pekerjaan tersebut.
“Sudah kita perintahkan volume ketebalan yang kurang akan dilarikan kevolume panjang. Artinya dari hasil hitungan voleme berapa yang kurang akan dilarikan ke volume panjang untuk mencukupi volume yang ada,”imbuhnya.
Daniel menjelaskan, pihaknya tidak main-main dalam melaksanakan proyek pembangunan, untuk itu pihaknya meminta rekanan untuk bekerja sesuai ketentuan.”Saya sudah minta konsultan pengawas untuk melakukan pengawasan sesuai ketentuan, karena semua itu harus di pertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sementara Konsultan Pengawas, Solihin, saat dimintai tanggapan menyatakan akan menghitung ulang berapa volume ketebalan yang kurang maka akan di tambahkan ke volume panjang.
“Untuk hasil pekerjaan memang cukup baik. Hanya kekurangan volume ketebalan dan ini yang akan kita hitung kembali. Dari hasil itu akan kita tambahkan di volume panjang. Artinya pihak kontraktor akan melakukan pekerjaan tambahan,”singkatnya.
Sementara Kontraktor Pengawas lapangan Boy mengatakan pihaknya siap mencukupi volume. “Kita siap menambah volume ketebalan sebagai mana arahan dari konsultan pengawas dan pihak Dinas dan dalam waktu dekat ini akan segera kita kerjakan,” pungkasnya. (Sandri/Maryadi)









