Harianpilar.com, Tanggamus – Untuk meningkatkan kualitas pekerja dan mengurangi minat pencari kerja ke luar daerah, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tanggamus akan menyediakan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pembinaan kerja terhadap masyarakat lokal Tanggamus.
Hal itu bertujuan agar para pelaku usaha yang ada dan yang baru akan mendirikan usaha di Kabupaten ini dapat merekrut pekerja lokal yang berkualitas sebanyak-banyaknya.
Kepala Disnaker Kabupaten Tanggamus Karjiyono, melalui sekretarisnya Zulfadli mengatakan bahwa, salah satu faktor penyebab banyaknya tenaga kerja dari luar daerah disebabkan karena pengalaman dan kualitas kerja asal lokal memang belum memenuhi target atau keinginan perusahaan.
“Tenaga lokal saat ini kebanyakan hanya pada pekerja kasarnya saja namun di posisi yang lebih mengandalkan pada pengalaman kerja perusahaan mengambil tenaga kerja dari luar karena mereka dinilai lebih berkompeten untuk memegang posisi tersebut,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (20/2).
Dan untuk menyikapi masalah tersebut terang Zulfadli, pihaknya akan mengusulkan adanya tempat pelatihan tenaga kerja atau balai latihan kerja di Kabupaten berjuluk Begawi Jejama ini, selain itu pihaknya juga akan membina hubungan kerja dengan lembaga-lembaga kursus atau LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan yang ada di Tanggamus agar kesediaan tenaga kerja lokal yang berkopeten dan sesuai kriteria tersedia banyak disini sehingga para penggerak usaha yang ada ditanggamus tidak perlu mengambil tenaga kerja dari luar daerah.
“Saat ini kami fokus untuk mencari lahan tempat mendirikan bangunan untuk BLK agar kami dapat memberikan pelatihan dan pembinaan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan supaya tenaga kerja kita disini bisa diandalkan dan bisa dipromosikan ke perusahaan yang sudah ada ataupun yang baru akan mendirikan usahanya di Tanggamus,” jelasnya pula.
Selanjutnya Zulfadli juga memaparkan, banyak contoh perusahaan yang ada di Tanggamus masih banyak menggunakan tenaga luar daerah, namun harus disadari pula bahwa tenaga dari luar itu memang membidangi keterampilan khusus sesuai kebutuhan perusahaan, meskipun tidak dipungkiri banyak pula tenaga lokal yang bekerja dan sudah memiliki keterampilan dan pengalaman, namun itu belum sebanding dengan jumlah kebutuhan perusahaan.
“Untuk itu kami menargetkan paling tidak 75% tenaga kerja itu adalah dari lokal masyarakat Tanggamus, caranya yaitu membekali mereka dengan keahlian dibidang yang dibutuhkan perusahaan, seperti pemahaman teknologi, penggunaan alat seperti mengelas, keterampilan dibidang mesin dan lain-lain, dan hal semacam itulah yang nanti akan kami sediakan dari pelatihan tersebut dengan mencarikan moderator handal dibidang masing-masing,” tegasnya.
Lebih lanjut iapun berharap agar program yang telah disiapkan oleh Disnaker tersebut dapat memenuhi keinginan yang ditargetkan oleh Pemerintah Daerah Tanggamus untuk mengentaskan jumlah pengangguran bisa tercapai.
“Plt Bupati Tanggamus Hi.Samsul Hadi juga telah memfreoritaskan untuk mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Kabupaten Tanggamus ini yakni dari jumlah sebelumnya 4,8%, ditahun ini bisa turun menjadi 3,3%, dan kami berharap ini adalah salah satu solusi untuk menjawab masalah tersebut,” harapnya. (Agus/JJ)









