oleh

Tancap Gas, Dinsos Rangkul Mitra Kerja

Harianpilar.com, Bandarlampung – Menyadari bahwa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tidak dapat diatasi sendiri oleh Dinas Sosial, Sumarju Saeni yang baru pada pertengahan bulan Januari kemarin ditugaskan oleh Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo sebagai Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung segera “tancap gas” melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan mitra kerja yang bergerak di bidang Kesejahteraan Sosial antara lain dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), Karang Taruna, Pendamping PKH, Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS), Save the Children, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan juga Kementerian Sosial RI, Selasa (14/2/2017).

Hal tersebut dibuktikan dengan upaya melakukan koordinasi dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kadis Sosial kabupaten/kota se Provinsi Lampung.

“Hal tersebut untuk menyatukan visi, misi, koordinasi, dan sinkronisasi dalam percepatan pembangunan kesejahteraan sosial di Provinsi Lampung,” ucap Sumarju.

Mantan kadis Kominfo Provinsi Lampung itu menjelaskan bahwa keberadaan PSM sebagai relawan sosial sejak tahun 1980 dan sampai sekarang masih aktif.

“Adapun jumlah personil yang masih aktif sebanyak 2.991 orang . Pertemuan ini disamping menjalin silaturahmi juga penyampaian  informasi kebijakan pembangunan Pemprov Lampung dan juga Kebijakan Kementerian Sosial RI,” ujar Marju panggilan akrab Sumarju Saeni.

dijelaskannya, sebagaimana Permensos RI No. 01 Tahun 2012 bahwa PSM yang berkedudukan di Desa/Kelurahan dalam pelaksanaan kegiatannya memiliki konsentrasi  terhadap keberfungsian sosial (social functioning) baik secara individu maupun kolektif. Dengan kata lain fokus intervensi pekerjaan sosial adalah interaksi perilaku manusia dengan lingkungan sosialnya.

“Dalam hal ini PSM mencoba membantu orang yang tidak atau kurang mampu berinteraksi dengan lingkungan sosialnya sehingga bisa melaksanakan tugas-tugas dalam kehidupannya, memecahkan permasalahannya ataupun memenuhi kebutuhannya,” jelasnya.

Sementara itu Irzin Abdullah PSM dari Desa Karang Rejo, Kabupaten Pesawaran mengharapkan pertemuan semacam ini agar diprogram  secara rutin dan mengikut sertakan seluruh PSM di Provinsi Lampung.

“Hal ini penting untuk motivasi kembali para relawan sosial tanpa pamrih ini dalam kiprahnya untuk mewujudkan kesejahtehteraan sosial di desa/kelurahannya,” tandasnya. (Ramona/JJ)