Harianpilar.com, Bandarlampung – Terkait insiden penembakan di posko pasangan calon (Paslon) Bupati Mesuji Ferbina-Adam, Minggu (12/2/2017) dini hari, Bupati Mesuji Khamami, secara tegas menyerahkan sepenuhnya aksi teror tersebut ke Polres Mesuji.
“Kita serahkan semuanya kepada Porles Mesuji,” ujar Khamai, usai serah terima jabatan bupati Mesuji, di ruang rapat utama gubernur Lampung, Senin (13/2/2017).
Dirinya juga meminta kepada seluruh masyarakat Mesuji turut menjaga kondusifitas selama berlangsungnya Pilkada. Selain itu, orang pertama di Kabupaten Mesuji itu mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan pilihlah dengan menggunakan hati nurani,” ungkapnya.
Untuk diketahui, H-4 menjelang hari pencoblosan, konstelasi politik Pilkada Mesuji semakin memanas. Terjadi peristiwa penembakan di Posko Pemenangan Paslonkada Febrina L. Tantina – Adam Ishak (Febrina – Adam) di Simpang Pematang, Minggu (12/2/2017).
Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 00.15 WIB oleh oknum tidak dikenal yang kemudian kabur menggunakan mobil usai menembak.
Meski tidak menelan korban jiwa, namun kejadian itu menyebabkan mobil salah satu pendukung Febrina – Adam, Iwan Zanata menjadi korban yang saat itu diparkir di halaman posko. Mobil Kijang Inova ber-plat BE 2022 LF itu menjadi sasaran empuk oknum penembak. Peluru mengenai kaca belakang mobil hingga tembus ke depan.
Terkait insiden itu, Koordinator Tim 11 DPP PDIP, Endro Suswantoro Yahman, menghimbau kepada seluruh kader dan simpatisan PDIP agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
“Saya sebagai koordinator Tim 11 DPP PDI Perjuangan untuk Pilkada Mesuji mengimbau agar seluruh kader PDI Perjuangan, simpatisan, agar tetap tenang, jangan terpancing provokasi oleh pihak luar yang dampaknya meresahkan masyarakat dan bermuara pada instabilitas sosial politik di Mesuji dan merusak bangunan demokrasi bermartabat yang telah dibangun susah payah oleh Presiden Joko Widodo,” ujarnya, Minggu (12/2/2017).
Menurutnya, peristiwa penembakan tersebut menjadi teror menebarkan ketakutan kepada pasangan Febrina – Adam yang mengindikasikan dan bertujuan akhir untuk merusak bangunan demokrasi pemilu bermartabat.
“Selain itu, meneror masyarakat pendukung, simpatisan Febrina – Adam dan kader PDI Perjuangan di Mesuji. Teror ini jelas mengarah agar pendukung, simpatisan Febrina – Adam takut dan beralih dukungan,” ungkapnya.
Untuk itu, Endro meminta kepada aparat keamanan di Kabupaten Mesuji untuk dapat sigap dan mampu melakukan pendeteksian dini sehingga kejadian tersebut tidak dapat berulang.
Menurutnya, kejadian penembakan tersebut jelas dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, pola penembakannya dilakukan dengan cara bar-bar, brutal dan menginginkan agar Pemilukada di Kabupaten Mesuji gagal.
“Kami minta aparat penegak hukum tegas dan sigap untuk melakukan pendeteksian dini agar peristiwa ini tidakj terulang kembali,” tukasnya.
Disisi lain, Endro juga meminta kepada seluruh institusi penegak hukum yang ada di Provinsi Lampung, khususnya unsur Kejaksaan agar segera menyelesaikan tugas dan tanggungjawabnya secara profesional.
Hal tersebut terkait belum selesainya perkara tersangka calon petahan Mesuji, Khamami atas dugaan pidana pemilu.
Menurutnya, hal tersebut memerujuk pada UU Pemilu No. 10 tahun 2016 dan Hasil Kesepakan bersama antara cabup Khamami dan Cawabup M. Adam Ishak, yang ditandatangani juga oleh Kapolda, Kajati dengn Cawabup M. Adam Ishak.
Disampaikannya, point pertama dalam kesepakatan bersama tersebut jelas menyatakan bahwa penyelesaian kasus hukum tetap berjalan. Hal tersebut terkait dengan pelanggaran Pemilukada merujuk dari kepolisian, Panwas masuk kategori terstruktur, sistematis, masif (TSM) yang dilakukan oleh Cawabup Khamami yang tidak segera dilimpahkan ke pengadilan.
“Ini terkatung-katung tidak jelas penyelesaiannya dan juga tidak ada penjelasan kepada publik secara profesional. Padahal jelas UU pemilu No. 10 tahun 2016 bersifat lex specialis,” ungkapnya.
Ditegaskannya, rentetan peristiwa kejadian mulai dari dugaan pidana pemilu sampai teror penembakan tersebut jelas mengindikasikan bahwa pasangan Febrina-Adam telah mengalami teror dan merupakan korban kesewenang-wenangan dan ketidakprofesionalan institusi penegak hukum.
Untuk itu, Endro mewaikil Tim 11 DPP PDI Perjuangan untuk Pilkada Mesuji, memohon kepada pemerintah agar melindungi pihaknya secara hukum serta meminta keadilan dan juga jauh dari intimidasi serta teror yang meresahkan.
“Kepada masyarakat Mesuji kami meminta waspada dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang hanya mencari jalan pintas dalam memenangkan calonnya namun justru mengorbankan demokrasi yang bermartabat,” pungkasnya. (Ramona/JJ)









