oleh

FIK UBL Mengembangkan Aplikasi Teknologi Pertanian SVA

Harianpilar.com, Bandarlampung – Budidaya pertanian berbasis teknologi komputer, berhasil dikembangkan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bandar Lampung (FIK UBL), dengan mengembangkan teknologi, ‘Smart Vertical Agriculture (SVA)’.

Hal itu dibenarkan Dekan FIK UBL, Ahmad Cucus S.Kom., M. Kom. SVA merupakan konsep teknologi terbarukan, dengan mengandalkan software ‘autonomous artin’, yang mampu mengolah data dan aplikasi lapangan tentang budidaya bercocok tanaman, yang menggunakan teknik hidroponik atau pertanian tanpa media tanah, yang dikontrol sepenuhnya melalui aplikasi komputer.

“Teknologi ini memungkinkan tanaman tumbuh dengan baik, kita sudah buktikan pada penanaman seledri, packchoi, sawi, maupun tanaman sayur dan buah-buahan. Bahkan, hasil penanamannya bernilai (jual) tinggi,”ujarnya dilaboratorium Hardware, Gedung J, Kampus A, Drs. H. RM. Barusman UBL, Kamis (2/1/2017).

Diakui Cucus, pengembangan SVA lebih pada pemenuhan logistik sayuran bagi masyarakat perkotaan. Dengan target mula pengembangannya di Kota Bandar Lampung dan Kota Bandung. Karena, teknologi ini sendiri dikembangkan secara kolaborasi antara FIK UBL, bersama ITB.

“Jika perangkat cerdas terpasang, dan jaringan (website) terinstal kebanyak tempat. Maka, seorang pembudidaya tanaman hidoroponik bisa memantau tumbuh kembang, saling sosialisasi perkembangan pengolahan dengan pembudidaya lain, memperhitungkan proses panen, hingga melakukan marketing promosi, penjualan, distribusi, dan gamefikasi (permainan online),”paparnya.

Sejauh ini, SVA masih berbentuk prototipe yang terus disempurnakan. Sehingga dapat dipergunakan massal  ditahun 2018. Teknologi ini bersumber dari ide dan hasil Tugas Akhir Dalam Jaringan (TA-DJ) penelitian mahasiswa FIK UBL, berupa kolaborasi riset dengan Laboratorium Sistem Kendali dan Kontrol (LSKK) ITB.

“Program ini, dikembangkan para mahasiswa, prodi Informatika dan Sistem Informasi (UBL) semester V dan VI dalam program antarkampus. Mereka diminta mengembangkan perangkat-perangkat (komputer), yang dapat memenuhi keterbutuhan masyarakat dan memiliki nilai entrepreunuerial (kewirausahaan). Hal itu sesuai visi, misi dan program kerja kampus kami,”katanya. (rls/JJ)