oleh

PSI Optimistis Lolos Verifikasi KPU

Harianpilar.com, Bandarlampung – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap menuju verifikasi KPU demi terdaftar sebagai parpol pada Pemilihan Legealatif dan Pemilu 2019 mendatang. Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan, sebagai pendatang baru, pergerakan dan eksistensi PSI bisa dikatakan paling positif walaupun awalnya dipandang sebelah mata. Sebab, di dalam kepengurusan partai tersebut, hampir keseluruhan bukan berasal dari tokoh kenamaan maupun artis seperti partai-partai besar lainnya.

Dalam membesarkan partainya hingga PSI didaulat sebagai satu-satunya partai politik yang lolos verifikasi Kemenkumham. Hasil positif tersebut tentunya perlu mendapat apresiasi, karena dalam jangka waktu dua tahun, PSI sudah membuat sejarah baru dalam dunia politik dengan mengedepankan anak muda sebagai kontestan dan pengurus partai.

“Sebagai partai baru yang diloloskan oleh Kemenkumham sebagai partai politik, saya yakin ini awal tren positif PSI untuk ke depan. Saya juga yakin jika PSI bakal lolos verifikasi KPU menuju Pemilu dan Pileg 2019 mendatang,” ujar Grace, saat memimpin Kopdarwil dan pelatihan Medsos di Kantor DPW PSI Lampung, Sabtu (3/12/2016).

Dengan kesolidan pengurus PSI se Indonesia saat ini yang terus bergerak, dirinya yakin PSI akan terus melebarkan sayapnya dalam menggaet para pemuda-pemudi untuk ikut berpolitik di partainya tersebut.

“Kita akan terus mencari dan menggaet orang baik untuk Indonesia yang lebih baik. Kita gak perlu orang yang banyak uang, karena tujuan PSI di sini bukan karena uang,” jelasnya.

Sementara Ketua DPW PSI Lampung Beni Arifin optimis jika partainya akan lolos verifikasi KPU dan menjadi salah satu peserta Pemilu 2019 mendatang.

“Kita mampu meloloskan verifikasi Kemenkumham dan ini pembuktian bagi segelincir orang yang telah mengecilkan dan meremehkan kita sebagai Partai debutan,” katanya.

Dirinya juga mengaku sudah menyiapkan formula untuk menghadapi verifikasi ke KPU, dan tinggal menunggu jadwal resmi KPU kapan akan dilakukan verifikasi.

“Dari 15 kabupaten/kota tinggal tersisa Kabupaten Waykanan yang belum terbentuk struktur kepengurusannya karena baru sekitar 40 persen. Tapi kami yakin nanti dalam waktu tidak lama seluruh kepengurusan sudah terbentuk,” ujarnya. (Fitri/JJ)