oleh

UKMI Al Hidayah UBL Gelar Pengkajian

Harianpilar.com, Bandarlampung – Sebagai bentuk upaya memperdalam kajian agama terutama berupa renungan dan pengkajian terhadap konten kitab suci Al Quran. Universitas Bandar Lampung (UBL) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Al Hidayah UBL menggelar Majelis Taqlim Bagi Civitas Akademika UBL, Jumat (28/10/2016) ini.

Ketua Panitia Majelis Taqlim UBL Drs.Baharudin, M.H menerangkan rutin diadakannya kegiatan itu merupakan wujud komitmen UKMI Al Hidayah UBL dalam menjaga hidayah ke-Islaman dari tiap sivitas akademika dikampus berjargon ‘Solution for present and future’ ini.

“Majelis taqlim terbuka buat umum, tapi diperuntukan khusus bagi internal (Dosen, Mahasiswa, staf dan karyawan) yang ingin lebih memperdalam kajian agama, yang bersumber dari risalah Ilahi (Al Quran) dan dilengkapi pemaparan dari yang merupakan pakarnya yakni ahli tabsir Al Quran,”ucap Dosen Fakultas Hukum (FH) UBL ini, di Gedung A, Kampus A Drs. H. RM. Barusman UBL, Sabtu (29/10/2016) lalu.

Dalam majelis taqlim yang dipusatkan di Mesjid Jami Universitas Bandar Lampung ini dilangsungkan mulai Pukul 18.30 WIB hingga selesai.Buat kali ini, Majelis Taqlim UKMI Al Hidayah UBL mengambil pengkajian bertemakan ‘Menjadikan Al Quran sebagai As-Syifa (Obat) dalam Kehidupan’, dengan pemateri Ustadz. Abdullah Shoddiq dari Semarang, Jawa Tengah.

“Selain mencari ilmu pengetahuan (keagamaan) sedalam-dalamnya, terutama bagi pemenuhan rohani kita. Kegiatan ini juga untuk mencari rahmat, hidayah dan barokahnya dari-Nya (Allah SWT). Jadi kita mengharapkan Bapak/Ibu Dosen, Staf, Karyawan dan anak-anakku (Para mahasiswa) untuk ikut berpartisipasi dalam mensukseskan acara ini, seperti biasanya,”ajakannya mewakili Pembina UKMI Al-Hidayah UBL, Helta Anggia, S,Pd, M.A.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Biro Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (BPKHA) UBL Prajawantoro, S.E, M.M mewakili Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. Barusman, M.B.A menyebut adanya majelis taqlim ini tidak hanya akan memperdalam ilmu keagamaan. Tetapi juga akan semakin mengakrabkan sivitas akademika UBL.

Terpisah, Ketua Umum UKMI Al Hidayah UBL Iswanto menerangkan pihaknya rutin mengadakan majelis taqlim sivitas akademika. Khsusunya diperuntukan bagi para mahasiswa. Dengan salah satu usaha pendekatan yakni mendekatkan para kaum intelektual muda ini untuk sering menghadiri kegiatan keagamaan.

“Potensi besar mahasiswa sebagai pemuda dikehidupan masyarakat, tidak hanya dari pencapaian akademik, tapi juga pemertahanan akidah keagamaannya.Dengan rutin mengikuti kegiatan yang mendekati diri kepada agama (Islam) dan penciptanya. Sebagai mahasiswa,kita ini dididik jadi orang intelek, jadi buat ngelengkapinnya perlu ngaji di Majelis Taqlim. Berani ngaji itu, hebat!,”paparnya.

Ditutup, materi dari Ustadz. Abdullah Shoddiq yang menyebut bila seseorang mengalami keraguan, penyimpangan dan kegundahan yang terdapat dalam hati, maka al-Quran-lah yang menjadi obat penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit hati.

“Itulah sebabnya umat islam sangat perlu mengaplikasikannya karena setiap orang diberi (Allah) keahlian dan taufiq untuk menjadikannya (Al Quran) sebagai obat. Makanya, kedudukan dan urgensi terapi hati dalam al-Qur’an sangat mulia, di samping terapi jasmani,” pungkasnya. (Rls/JJ)