oleh

Polisi Dalami Motif Pembantaian Ayah dan Anak Tiri

Harianpilar.com, Tanggamus – Maya Ranti (7), bocah yang tewas mengenaskan dengan usus terurai, masih di rumah sakit Bhayangkara Polda Lampung, untuk dilakukan outpopsi. Sementara, Triono (35), korban kritis, masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeleok (RSUDAM), Bandarlampung.

Bapak dan anak tiri itu diduga dibantai orang tak dikenal, pada Jumat (21-10) sekitar pukul 13.00 WIB, di Perumahan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Way Gelang, Pekon Way Gelang, Kotaagung, Tanggamus.

Maya, menderita luka robek dibagian perut hingga usus terurai, luka sayatan dibagian leher nyaris putus, dan tewas terlentang ditempat tidur. Sementara Triono, yang seharai hari bekerja sebagai buruh itu, menderita luka bacok pada bagian perut dan leher. Mereka sekeluarga Triono, Rita (istri yang juga ibu kandung Maya) dan Maya (anak) menempati rumah dinas pegawai LP, milik Idris salah satu pegawai LP Kotaagung.

Menurut Toyipi, warga Pekon Way Gelang sekira pukul 13.00 WIB, dirinya mendapat laporan dari Komala Sari pekerja di LP, bahwa ada kejadian pembunuhan di salah satu rumah dinas LP yang berada tepat di belakang Rumah Tahanan tersebut.

“Saya didatangi Komala, dan mengatakan ada kejadian pembunuhan di rumah dinas LP dan meminta saya untuk memastikan apakah korban tersebut merupakan warga Way Gelang atau bukan,” ungkap Toyipi, mantan sekretaris Desa (Sekdes) Pekon setempat.

Setelah mendapat laporan tersebut lalu dirinya segera melihat ke lokasi kejadian dan didapati dua orang telah tergeletak di dalam kamar bersimbah darah. Korban Triono (35) dengan luka sabetan diperut dan leher, sedangkan Maya Ranti (7) dengan usus terurai dan leher hampir putus dan keduanya merupakan warga Pekon Way Gelang, Kecamatan Kotaagung Barat, dan diketahui hubungan keduanya adalah ayah dan anak tiri dari seorang perempuan bernama Rita yang baru setahun dinikahi Triono.

“Saat ditemukan, Maya sudah tidak bernyawa lagi, sedangkan Triono masih bernafas. Lalu kami segera membawa Triono ke RSUD Tanggamus untuk segera mendapat perawatan, sedangkan Maya ditinggal karena sudah tak bernyawa lagi, menunggu pihak kepolisian datang kelokasi,” terangnya.

Sementara itu tetangga korban, Muslih, yang juga guru SMK N 1 Kotaagung Barat, menuturkan sebelum kejadian ia melihat ayah dan anak tersebut berboncengan dengan sepeda motor menuju rumah dinas milik pegawai LP yang tidak jauh dari sekolah SMK N. Namun tidak lama berselang terdengar adanya kejadian pembunuhan. Diapun mendatangi lokasi kejadian, dan betapa kagetnya dia melihat kondisi Triono dan Maya yang sangat mengenaskan.

Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Dari olah tempat kejadian perkara, korban menyewa rumah tersebut, korban dilukai dengan senjata tajam. Kita sudah amankan barang bukti, dan keterangan saksi saksi. Motif pembunuhan sedang kita selidiki, dan mencari keberadaan pelaku.

Polisi mengamakan barang bukti, satu bilah pisau yang masih nemancap diperut Triono, sarung pisau, bantal penuh darah. Satu buah handphone merk MITO warna hitam, milik Triono.

“Motifnya belum bisa kami pastikan, saat ini petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti dan mengamankan lokasi, serta memvisum korban, lalu meminta keterangan dari para saksi yang dianggap bisa memberikan informasi terhadap kejadian tersebut guna penyelidikan lebih lanjut.” ungkap Ahmad Mamora.

Dari kejadian tersebut saat ini Polisi telah mengamankan beberapa barang bukti berupa sebilah pisau yang ditemukan menancap di perut Triono dan bersimbah darah, sebuah bantal, serta hand phone merk Mito milik korban Triono. Serta mengamankan 3 orang saksi untuk dimintai keteranganya. (Agus)