oleh

Kualitas Seragam BPBD ‘Abal-Abal’

Harianpilar.com, Bandarlampung – Sejumlah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung, mengeluhkan kondisi bahan dasar seragam Damkar yang dinilai tidak memenuhi standarisasi nasional. Terlebih, seragam tersebut dinilai tidak layak dan kualitasnya sangat meragukan.

Menurut salah seorang petugas Damkar yang meminta namanya dirahasiakan, seragam petugas kebakaran harus memenuhi standarisasi keselamatan petugas Damkar dan tidak boleh diproduksi secara asal-asalan. Mengingat, seragam petugas Damkar ini merupakan salah satu pengaman bagi petugas Damkar.

Untuk itu, jelasnya, seragam yang diterima petugas Damkar BPBD Bandarlampung ini sangat tidak sesuai ketentuan dan tidak memenuhi standarisasi keselamatan petugas.

“Seragamnya tiba-tiba dikasih nggak seperti dulu-dulukan diukur dulu, jadi pas. Tiga tahun lalu ya sama kaya gini juga nggak sesuai standar serangan lapangan. Hal ini sudah lama terjadi tapi tidak ada yang berani mau komplain,” ungkapnya, Rabu (21/9/2016).

Selain itu ujar sumber, ukuran dan warga seragam petugas Damkar tidak sesuai dengan ketentuan.

“Jangankan warna, dasar bajunya, kancing bajunya kaya kemeja biasa, celananya juga tipis, bet lokasi dan bet lainnya nggak disertakan, masa iya kita mau buat sendiri. Saya kira ini malah beli kodian,” ungkapnya, seraya mengungkapkan jika penerima seragam petugas Damkar ini sebanyak 200 petugas BPBD Bandarlampung.

“Ini kan kepala BPBD Bandarlampung yang ngasih langsung, tapi kalau mau tau lebih lanjut berapa anggaran yang dikeluarkan untuk satu baju, bisa ke bagian keuangan saja di BPBD Bandarlampungnya,” tandasnya. (Ramona/Juanda)