oleh

Kisruh PAN Pilkada Pringsewu Berlanjut

Harianpilar.com, Pringsewu – DPW PAN Lampung dan DPD PAN Pringsewu menggelar rapat pleno penetapan calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung dalam pemilukada tahun 2017. Rapat yang digelar di Warung Makan Pakde Pringsewu, Senin (5/9/2016), dihadiri Sekretaris DPW PAN Lampung Iswan H. Cahya dan jajaran pengurus DPW PAN Lampung.

Iswan Cahya yang memimpin langsung rapat itu memutuskan bahwa ada 20 bakal calon bupati dan wakil bupati akan disampaikan ke DPP PAN. Bakal calon bupati adalah Edi Agus Yanto, Ririn Kuswantari, Ery Setiyanegara, Reza Berawi, Siti Rahma, dan Ardian saputra.

Sedangkan balon wakil bupati yaitu Asa Atorida, Mailan Bastari, Setiyono, Hartono, Tri Prawoto, Bahagia Saputra, Bernas, Donal Andreas, F Heridian, Dahlan, Maulana M Lahudin, Irwan Saputra, Roy Imam, dan Ahmad Fitoni Hasan. Ia menerangkan surat dukungan kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati Siti Rahmadan Edi Agus Yanto merupakan kebijakan partai bukan keputusan partai.

Pengamat politik Universitas Lampung Roby Cahyadi Kurniawan menilai kisruh di tubuh Partai Amanan Nasional (PAN) dalam Pilkada Pringsewu 2017 mendatang merupakan sebuah kemunduran. Menurut dia, walaupun konflik internal partai politik biasa terjadi menjelang Pilkada, seharusnya hal itu tidak terjadi.

“Kalau memang nanti Ahmad Fitoni munculnya sebagai wakilnya Ririn Kuswantari, sebenarnya yang dijual itu Ririn, bukan Ahmat Fitoni. Jadi, Ahmad Fitoni itu  domplenglah istilahnya,” kata Roby, saat dihubungi Saibumi.com, Senin 5 September 2016.

Munculnya nama Ahmad Fitoni menjelang Pilkada Pringsewu 2017, memicu kekisruhan di internal PAN. Kecenderungan para elite politik di DPD PAN Pringsewu terhadap Ahmat Fitoni membuat dukungan para kader PAN kini terpecah dalam dua kubu.

Nama Edi Agus Yanto sebelumnya digadang-gadang menjadi kandidat tunggal yang bakal diusung partai berlambang matahari itu pun seolah ditenggelamkan oleh para pendukung Ahmat Fitoni. Terlebih lagi, kesimpangsiuran rekomendasi DPP PAN tentang nama kandidat yang bakal diusung dalam Pilkada hingga kini belum juga ada kejelasan.

Roby menilai mencuarnya nama Ahmat Fitoni sebagai kandidat bakal calon adalah sebuah keterlambatan. Namun demikian, sebelum ada surat resmi dari DPP, semua masih wacana. Karena masalah penetapan bakal calon adalah wewenang penuh dari DPP yang ditujukan dengan dikeluarnya surat resmi pencalonan.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar dengan nomor B-633/Golkar/XI/2016 menetapkan Ririn Kuswantari sebagai calon kepala daerah berpasangan dengan Ahmat Fitoni Hasan sebagai calon wakil kepala daerah Kabupaten Pringsewu.

Sedangkan surat rekomendasi dari Partai Nasdem dengan nomor surat keputusan 028-Kpts/DPP-NasDem/VIII/2016 memutuskan untuk merekomendasikan Siti Rahma dan Edi Agus Yanto berpasangan sebagai bupati dan wakil bupati.

Siapapun itu, lanjut Roby, masing-masing kandidat baiknya untuk bergandeng politik dengan DPP. Kalaupun kedua kandidat (Ahmat Fitoni dan Edi Agus Yanto) bakal maju sebagai bakal calon wakil bupati tergantung pada pasangan masing-masing.

“Artinya, harus ada chemistry politik. Ada ikatan politik yang kuat. Kalau tidak ada chemistry bakal susah konsolidasi internalnya,” kata Roby yang juga dosen Fisip Universitas Lampung itu.

Dalam mengambil sebuah keputusan harus ada data. Menurut Roby, data itu diperoleh dari survei politik atau dari pengumpulan data bagaimana tingkat keterpilihan calon terhadap pemilih.

“Tapi, kalau dipilih itu atas dasar kedekatan emosional, misalnya kakak dan adik, bapak dan anak, percuma. Dalam arti kata pemilih tidak meihat hal itu,” ungkap dia.

Kemudian, harusnya yang didukung oleh DPP adalah kader-kader internal yang memang sudah diketahui kualitasnya ditingkat level daerah. Dan DPP hanya menyetujui.

Dewan Pimpinanan Wilayah PAN Lampung menyatakan Kabupaten Pringsewu akan menjadi medan pertarungan utama dalam Pemilukada serentak tahun 2017 nanti.

DPP partai PAN sendiri merekomendasikan Wakil Sekjen DPP Edi Agus Yanto untuk maju menjadi Bupati Pringsewu periode 2017-2022 . Edi Agus Yanto direkomendasikan melalui surat keputusan Tim Pilkada NO: 32/PILKADA/VII/2016.

Wakil Sekertaris Jenderal DPP partai PAN Fikri Yasin mengatakan, pemenangan partai PAN dalam Pemilukada serentak 2017 merupakan bagian dari rencana pemenangan pemilihan Presiden PAN di tahun 2019 nanti.

“Artinya bukan hanya kemanangkann Partai PAN dalam jangka pendek, namun juga jangka panjang,” kata Yasin saat menggelar jumpa pers dikantor DPW PAN.

Yasin juga berharap tidak ada lagi alasan ketidaktahuan kader di daerah sehingga tak ada dukungan dari keputusan tersebut. “Kader partai harus mendukung full rencana ini,” ujarnya.

Sementara itu Edi Agus Yanto mengaku, sejauh ini dirinya belum melihat partai lain yang memiliki visi dan misi sejalan dengan dengan partai PAN. “Belum ada partai lain kelihatan sejalan visi misinya dengan PAN. Karena masih dalam penjajakan.

“Apakah nanti saya jadi Bupati atau Wakil Bupati lihat nanti. Semoga dalam waktu dekat saya segera mendapatkan pasangan,” ungkapnya.(Tim)