oleh

Kualitas Infrastruktur Jalan Wonosobo ‘Buruk’

Harianpilar.com, Tanggamus – Buruknya kualitas infrastruktur jalan, dan merebaknya wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi keluhan utama yang disampaikan masyarakat Kecamatan Wonosobo kepada anggota DPRD Kabupaten Tanggamus asal daerah pemilihan (dapil) I.

Keluhan masyarakat tersebut disampaikan dalam kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (Jaring Asmara) yang digelar anggota DPRD Tanggamus asal dapil I  untuk mengisi masa reses (tidak bersidang) III tahun 2016 di  Balai Pekon (desa)  Banjarsari, Kecamatan Wonosobo, Rabu (24/8/2016).

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah anggota DPRD Tanggamus asal dapil I, diantaranya Baharen dari Fraksi PPP, Buyung dari Fraksi PDI-P dan Dicky dari Fraksi Partai Gerindar.

Turut hadir pada kesempatan itu, Camat Wonosobo Wiwin Triani, Kepala Pekon Banjarsari serta para tokoh masyarakat dan agama se-kecamatan setempat. “Pak di pekon kami banyak yang terkena DBD, karena saluran drainase mampet, apakah boleh dana desa dipakai untuk pembangunan drainase,” tanya Pendi warga Pekon Brojonegoro.

Pertanyaan itu langsung direspon Buyung anggota DPRD Tanggamus dari Fraksi PDI-P.  “Untuk dana pekon tidak boleh, karena pembangunan drainase sudah teralokasi dalam APBD-P tahun 2016,“ katanya.

Dia juga berjanji akan menyampaikan keluhan masyarakat soal wabah DBD itu, pada instansi terkait agar segera mendapatkan penanganan.

Selain itu, lanjut dia, pembangunan jalan menjadi prioritas yang akan dilaksanakan di Pekon Tulungsulua. ”Pekon Tulungsulua merupakan lumbung pertanian dan perkebunan. Kalau infrastruktur jalan hancur, maka harga jual hasil pertanian akan anjlok dan perekonomian warga terganggu. Karena itu, program pembangunan jalan menjadi prioritas yang akan dilaksanakan,“ ungkapnya.

Hal senada disampaikan Baharen dari Fraksi PPP. Dia meminta pihak kecamatan lebih proaktif mengatasi masalah merebaknya penyakit DBD di wilayah setempat.

Pada kesempatan itu, Camat Wonosobo Wiwin Triani menyampaikan perlunya perluasan jaringan layanan listrik di wilayah setempat. Hingga saat ini, menurut dia, beberapa pekon di wilayah Kecamatan Wonosobo belum tersentuh layanan penerangan listrik.

Menanggapi itu, para anggota DPRD berjanji akan mengupayakan pemasangan jaringan listrik ke wilayah setempat dengan sistem pendaftaran calon pelanggan PLN secara kolektif.

Para anggota DPRD itu juga menyampaikan, tahun ini total anggaran pembangunan yang dialokasikan untuk wilayah dapil I, meliputi Kecamatan Wonosobo, Semaka, Pematangsawa dan Bandarnegeri Semuong. mencapai Rp80 miliar. “Khusus untuk Kecamatan Wonosobo, total anggaran pembangunannya mencapai Rp25 miliar,“ kata Baharen. (Ron/Mar)