Harianpilar.com, Lampung Utara – Dalam semalam, komplotan maling bereaksi di dua tempat yang berbeda di Lampung Utara. Pada Selasa (26/4/2016) komplotan maling berhasil membobol kantor Kelurahan Kelapa Tujuh dan Masjid Al-Amanah Kelapa Tujuh Kotabumi Selatan.
Di Kelurahan Kelapa Tujuh pencuri berhasil menggondol satu perangkat komputer yang berada di salah satu ruangan yang ada. Pencuri tersebut diduga masuk melalui jendela samping kantor. “Pagi-pagi saya mendapat telepon dari penjaga kantor. Dia bilang kawanan pencuri membobol kantor,” ujar Irawan, Kasie Pemerintahan Kelurahan Kelapa Tujuh mendampingi Lurah, Hedi Elfandi, Selasa (26/4/2016).
Diduga pencuri yang lebih dari satu orang itu melakukan aksinya pada dini hari ketika hujan turun dengan membongkar jendela yang kusennya terbuat dari alumunium. Akibat dari hilangnya satu paket komputer berisi data-data administrasi itu membuat pihak kelurahan harus mendesain ulang format surat menyuratnya. “Terpaksa kita desain ulang. Nambah kerjaan lagi dan pasti memperlambat pelayanan masyarakat,” tambah Irawan.
Kejadian yang sama juga terjadi di Masjid Al-Amanah Kelapa Tujuh yang letaknya tak jauh dari kantor kelurahan. Andre, salah satu jamaah masjid ketempat menuturkan, bahwa dia mengetahui masjid telah dibobol maling ketika menjelang subuh. Waktu itu, kata Andre, sewaktu menghidupkan kaset ngaji, dia tidak mendengar suara kasetnya. Ketika melihat pintu ruangan alat-alat masjid yang berada di depan, sontak dia kaget mendapati pintu ruangan tersebut sudah rusak. “Saya bersama jamaah yang lain masuk mengecek. Ternyata benar DVD, Jenset dan dua unit vakum cleaner telah raib,” terang Andre dihadapan petugas Polisi yang melakukan olah TKP.
Pihak kelurahan dan pengurus masjid saat ini telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lampura. Tampak anggota Polisi dari Sat-Reskrim Polres Lampura melakukan olah TKP di dua tempat kejadian (kantor kelurahan dan masjid).
Menurut Kasat Reskrim Polres Lampura AKP Supriyanto membenarkan adanya laporan tentang kasus pencurian di kelurahan kelapa tujuh dan Masjid Al Amanah. Diduga pelaku pencurian baik di kantor kelurahan dan masjid adalah orang yang sama. Berdasarkan jenis barang yang hilang dibawa mereka, kuat dugaan dilakukan lebih dari satu orang dengan menggunakan mobil. “Pelaku bisa jadi sama. Mereka pasti menggunakan mobil. “Sekarang anggota kami masih olah TKP serta memeriksa saksi. Mudahan dalam waktu yang singkat kasus ini segera terungkap,” pangkas Supri. (Iswant/Yoan)








