oleh

Wali Murid SDN 2 Rajabasa Keluhkan Proses KBM

Harianpilar.com, Bandarlampung – Sejumlah wali murid SDN 2 Rajabasa, Bandarlampung mengeluhkan sistem pembelajaran yang dinilai tidak patut diterapkan pada siswa didik. Betapa tidak, beberapa murid  sehabis pulang sekolah selalu mengeluhkan gurunya yang kerap menggunakan bahasa yang tidak santun dan terkesan kasar.

Salah seorang wali murid SDN 2 Rajabasa, berinisial (T) mengatakan, jika anaknya sehabis pulang sekolah selalu mengeluhkan gurunya saat menjelaskan suka mengeluarkan kata-kata kasar dan tak santun untuk diucapkan.

“Kadang-kadang anak saya sering membicarakan perkataan gurunya dengan teman saat di rumah. Menurutnya jika perkataan gurunya tidak santun dan terkesan tidak pantas dibicarakan,” ungkap T, saat ditemui di rumahnya, Senin (18/4/2016).

Menurut T, jika oknum guru SDN 2 Rajabasa harus lebih mampu menempatkan bahasa yang baik saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Terkait hal tersebut, Kepala SDN 2 Rajabasa Hermiati mengatakan, jika hal tersebut bisa saja terjadi, ketika oknum tenaga pendidik tersebut sedang ada masalah dan tidak terkontrol emosinya.

Meski demikian Hermiati memastikan jika pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja tenaga pendidik.

“Semua orang kan pasti tahu ya bagaimana kalau ngajar murid SD sebanyak itu, bukannya saya mau membela atau menutup-nutupi kesalahan yang dilakukan pengajar di sini.  Tapi ya bagaimana lagi kami setiap bulannya selalu melakukan teguran setiap rapat,  baik itu rapat mingguan,  bulanan dan lain sebagainya pasti kami lakukan itu,” jelasnya.

Hermiati juga meminta kepada wali murid untuk menyampaikan langsung setiap keluhan yang menyangkut proses belajar mengajar ke pihak sekolah.

“Jangan karena masalah seperti itu saja langsung bawa-bawa media,  ingatnya untuk hal yang seperti itu jangan asal main terima-terima saja keluhan tersebut. Kan masih bisa kita duduk bareng kita selesaikan bersama,  biar langsung selesai saat itu juga,” harapnya. (Ramona/JJ)