Harianpilar.com, Bandarlampung – Kasus meninggalnya tiga pasien Rumah Sakit Mitra Husada (MH) Pringsewu, saat dilakukan operasi, menjadi perhatian khusus Polda Lampung. Bahkan Polda memastikan pihaknya telah berkordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Kesehatan dan BPOM. Sejauh ini, Polda telah memeriksa sebanyak 25 saksi untuk dimintai keterangan.
Dirkrimsus Polda Lampung Kombes Pol Dicky Patria Negara menegskan, ada tiga fokus dalam penyelidikan.
“Ya kita sesuaikan dulu kan fokus penyelidikannya ada 3, ada standar operasional prosudure (SOP), human eror, juga kita teliti obat- obat yang digunakan,” jelasnya, saat ditemui di Mapolda Lampung, Rabu (13/4/2016).
Menurut Dicky, pihaknya akan memproses terlebih dahulu terkait dengan penggunaan obat-obatan dengan memanggil produsen obat, untuk selanjutnya obat-obatan tersebut akan dikirim ke BPOM dan Laboratorium FOrensik (Labfor)
“Barang bukti berupa obat yang diminum oleh pasian sudah kami amankan dan segera kami kirim ke BPOM dan Labfor untuk mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam obat itu sendiri,” tegasnya.
Selain itu, Polda juga memastikan telah memeriksa sebanyak 25 saksi, termasuk saksi dari korban.
“Kami sudah memeriksa saksi-saksi dari rumah sakit mau pun keluarga korban, dan mereka sangat kooperatif saat ditanyakan oleh penyidik,” ujarnya.
Ditambahkan Dicky, dalam memproses kasus ini, pihaknya akan lebih berhati-hati dalam melakukan penyelidikan, mengingat kasus ini tergolong baru.
“Itu kita dalami, mau gimana pun kasus ini itungannya awam bagi kita, suatu kasus yang baru, sehingga kami mesti mempelajari dulu bagaimana sih prosedur yang sebenarnya. Bagaimana sih prosedur yang terjadi dan situasi yang ada pada saat itu, makanya kita masih mengumpulkan saksi serta berkoordinasi dengan IDI Dinas Kesehatan, seta BPOM,” tandasnya. (Tomi/Juanda)









