oleh

Pemkot Sayangkan Revitalisasi Stadion Pahoman

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kebijakan Pemprov Lampung untuk merevitalisasi Stadion Pahoman menjadi Ruang Terbuka Hijau disayangkan pihak Pemkot Bandarlampung. Mengingat sejumlah fasilitas yang ada di Stadion Pahoman nilai sangat tinggi, dan dikhawatirkan akan rusak.

“Itu merupakan hak Pemprov, kami hanya sebagai pengelola saja. Tapi sayang karena track sintetis dengan tujuh lintasan yang ada di sana nilainya mencapai Rp 6 miliar. Itu sudah sekitar 6 tahunan jika dipindah pasti akan rusak,” tegas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bandar Lampung Trisno Andreas, Rabu (30/3/2016).

Sebelumnya Walikota Bandarlampung Herman HN mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk penghibahan aset Pemerintah Provinsi Lampung ini, ia menilai permintaan hibah ini wajar wajar saja karena kota Bandarlampung belum memiliki stadion.

“Menurut saya ya wajar saja kan, kalau kita minta Stadion Pahoman, karena Pemkot Bandarlampung kan belum memiliki stadion,” kata Herman, di Pemkot, Selasa (29/3/2016).

Masih menurut Herman, pengalihat aset juga merupakan langkah awal untuk kemajuan kota Bandarlampung, harapannya Pemprov Lampung bisa secepatnya melimpahkan aset Stadion Pahoman kepada Pemkot Bandarlampung.

Untuk diketahui, Pemprov Lampung terus melakukan terobosan untuk meningkatkan pembangunan di segala bidang, salah satunya dengan membangun kawasan bisnis dan olahraga yakni, Lampung Conventional Center (LCC),  yang rencananya akan dibangun di Lapangan Enggal, Bandarlampung.

Bukan hanya itu, Pemprov juga berencana akan merevitalisasi kawasan Stadion Pahoman, menjadi ruang terbuka hijau, sekaligus mengubah nama stadion Pahoman menjadi Taman Sakai Sambayan Pahoman.

Tim Asistensi dan Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Provinsi Lampung Kherlani menjelaskan, bahwa dalam rangka menyediakan kawasan bisnis dan olahraga bagi masyarakat Provinsi Lampung.

“Pembangunan LCC ini gubernur benar-benar berkomitmen untuk memajukan Provinsi Lampung salah satunya adalah dengan menyediakan Kawasan Bisnis dan Olahraga, sehingga Pembangunan LCC ini nantinya akan terintegrasi dengan area bisnis, pusat olahraga, perkantoran, serta gedung untuk pertemuan,” ujarnya di ruang rapat staf ahli, Selasa (29/3/2016).

Selain itu, Kherlani juga menjelaskan, Pemprov memastikan akan mengambil alih pengelolaan Stadion Pahoman, sekaligus akan mengganti nama stadion pahoman menjadi Taman Sakai Sambayan Pahoman. Langkah ini sebagai upaya merevitalisasi fungsi stadion Pahoman menjadi tata ruang terbuka hijau. (Putri/Juanda)