oleh

Dua Wartawan Jadi Korban Hipnotis

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dua wartawan harian di Lampung mengaku menjadi korban hipnotis yakni, Putri (Harian Pilar) dan Mona (Lampung Newspaper). Keduanya mengaku kehilangan HP dan sejumlah uang, serta kartu kredit, setelah dihipnotis oleh seorang yang mengaku bernama Catur, Minggu (6/3/2016), di seputaran Pasar Bambu Kuning.

Saat ditemui di Polsek Tanjungkarang Barat (TkB), Putri menceritakan awal kejadian, dirinya berkenalan dengan seorang pria yang mengaku bernama Catur, di sekitar Pasar Bambu Kuning.

Entah apa sudah terhipnotis atau belum, Putri dan Mona tidak curiga setelah Catur mengajak keduanya makan bakso, hingga berlanjut ngobrol di Hotel Mini.

“Waktu di depan Pasar Bambu Kuning saya disapa terus salaman setelah ngobrol sedikit diajak ke Bakso Sony, belakang pasar bambu kuning. Lepas itu kami kembali diajak ke tempat lain setelah keadaan setengah sadar yaitu Hotel Mini di Bambu Kuning itu,” ungkap Putri.

Meski tidak mendapat tindak asusila, namun keduanya mengaku kehilangan barang berharga dan dalam pengingatan korban keduanya sempat ditutup kedua matanya dengan jilbab yang dikenakan Putri yang sudah dirobek.

“Seinget saya dan Putri, mata kami sempat ditutup dengan jilbabnya Putri yang sudah dirobek itu. Nah anehnya lagi sebelum benar-benar kehilangan kesadaran Putri sempat kayak disugesti lagi dengan mengatakan jika kain penutup mata itu dibuka matanya akan buta. Sehabis bangun kami juga periksa keadaan fisik tapi alhamdulilah gak apa-apa tapi ya itu HP, dompet semua ilang,” ujar Mona.

Usai kejadian tersebut keduanya yang sudah mulai sadarkan diri langsung melaporkan kejadian yang mereka alami ke pihak kepolisian yakni Polsek Tanjungkarang Barat (TkB),

“Waktu kami sudah sadar kami segera bangun dari kamar hotel itu, terus lapor ke Polsek TkB,” jelas Putri dan Mona.

Dari kejadian ini keduanya berharap agar petugas kepolisian segera mengungkap pelaku hipnotis tersebut, karena kasus ini mulai marak kembali bahkan kedua korban sampai mendapat perlakuan yang membahayakan keselamatanya.

“Semoga petugas segera dapat menemukan pelaku yang ngaku namanya Catur itu, walaupun kerugian berupa Handphone dan dompet tapi kami hampir jadi korban asusila, beruntung setelah bangun kami tidak apa-apa pada fisik kami,” pungkas Putri.

Terkait kejadian itu, Kapolsek TkB Kompol Heru Adrian menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan terkait korban hipnotis ini.

“ Yang penting laporan sudah masuk dulu, secepatnya kami tindak,” tegas Kapolsek. (Putra/Juanda)