Harianpilar.com, Bandarlampung – Langkah Pemkot untuk menekan penyebaran wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan melakukan fogging, ternyata tidak semua warga menyambut baik upaya tersebut. Sebagian warga mengaku enggan defogging dengan alasan takut ternaknya ikut mati. Seperti yang terjadi RT 3, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Tanjungkarang Timur (TkT).
“Selain fogging, kita dari RT 3 juga adakan bersih-bersih setiap hari Jumat. Soalnya ada yang menolak untuk fogging, alasannya takut hewan ternaknya mati,” ungkap Ketua RT 3 Andy, Senin (22/2/2016).
Dikatakatan Andy, DBD mulai menghantui warga, terlebih saat ini warga RT 3 ada yang terjangkit DBD yakni, balita usia 5 tahun atas nama Janeta Pratama, warag Jalan Nakib No 77.
Terkait hal itu, Andy mengimbau warga mendukung kegiatan fogging demi menjaga kesehatan warga. “Fogging ini permintaan dari warga, soalnya ada satu anak di RT 3 yang terkena DBD. Ada yg pengen semua, di dalem rumah, disamping, juga di selokan-selokan. Tapi ada juga yang gak mau,” imbuhnya
Sejauh ini, menurutnya, pihak aparatut desa baru bisa memberikan himbauan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan masing-masing.
“Kita himbau saja, selebihnya menjadi tugas bersama,” katanya. (Putri/JJ)









