oleh

Proyek Dinas PU Mesuji Anggaran Miliaran, Kualitas Bobrok

Harianpilar.com, Bandarlampung – Sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mesuji tahun 2015 diduga kuat sarat penyimpangan. Meski menghabiskan anggaran miliaran, kualitas proyek infrastruktur jalan itu sangat meragukan dan cenderung bobrok. Hal itu disinyalir akibat pengerjaan yang tidak sesuai ketentuan dan dinas terkait terkesan tutup mata.

Proyek-proyek Dinas PU Mesuji yang terindikasi sarat masalah itu diantaranya Proyek Peningkatan Onderlagh Ruas Jalan Talang Jambu-Brabasan (DAK+Sheering) senilai Rp1,1 Miliar yang dikerjakan CV. Citra Buana, Proyek Peningkatan Jalan Ruas Jalan Budi Aji (Depan SMA)-Mukti Karya (DAK) senilai Rp3,3 Miliar yang dikerjakan CV. Balqis, Proyek Peningkatan Jalan Ruas Jalan Pertigaan Samsat Mukti Karya – Perempatan Sekolah Terpadu (DAK + Shering) senilai Rp1,8 Miliar yang dikerjakan CV. Fahada Timur.

Meski menelan anggaran miliaran kini baru seumur jagung proyek-proyek itu sudah mengalami rusak cukup parah, hal itu diduga akibat pengerjaannya yang cenderung asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi teknis yang ditentukan.

Seperti proyek Pembangunan Onderlagh Ruas jalan Talang Jambu – Brabasan yang sangat nampak pengerjaanya asal-asalan. Pemasangan batu pada proyek ini dilakukan secara tertidur tidak disusun berdiri sebagaimana mestinya, kondisi itu membuat batu-batu itu tidak saling mengunci. Akibatnya kini batu-batu jalan tersebut mulai lepas. Selain itu, kuat dugaan pekerjaan onderlagh tersebut hanya digleder dengan pibro (Alat berat) sekali lewat.

“Pekerjaan jalan onderlahg ini terkesan asal jadi. Ini bisa dilihat dari pemasangan batu yang tidak disusun secara berdiri, melainkan disusun tertidur sehingga tidak ada kekuatan dan banyak batu yang terlepas. Selain itu, saat pemadatan nampaknya hanya sekali lewat,” jelas salah satu warga setempat yang enggan namanya ditulis, Selasa (2/2/2016).

Menurutnya, pengerjaan proyek ini kemungkinan besar tidak sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK). “Anggarannya sangat besar, tetapi hasil kerjanya seperti itu jelas banyak yang dirugikan. Kita harapkan pemerintah kabupaten Mesuji khususnya Dinas PU tidak tutup mata,” harapnya.

Kondisi lebih parah terjadi pada proyek Proyek peningkatan jalan ruas jalan pertigaan Samsat Mukti Karya- Perempatan sekolah Terpadu senilai Rp1,8 M dan Proyek Peningkatan jalan Ruas Jalan Budi Aji (Depan SMA- Mukti Karya Senilai Rp3,3 M. Kedua proyek tersebut kondisinya juga amburadul.

Dari penelusuran Harian Pilar, kondisi dua proyek bernilai miliaran itu mulai rusak parah, padahal kedua proyek baru seumur jagung. Batu-batu mulai mengelupas dan terdapat beberapa bagian amblas.”Bisa dilihat sendiri dari pemasangan batu yang mulai banyak mengelupas dan bertaburan dimana-mana. Ini terlihat sekali seperti kekurangan aspal,” jelas Warga setempat, Priyanto.

Warga mengeluhkan dan mempertanyakan kondisi proyek-proyek jalan berkualitas meragukan itu. Sebab, baru beberapa bulan selesai dikerjakan jalan sudah rusak parah lagi. “Kami heran kok jalanan yang baru dibuat beberapa bulan lalu kondisinya sudah kembali seperti semula. Seharusnya jalan yang baru dibuat mampu bertahan minimal satu sampai dua tahun,” cetusnya.

Anehnya, Dinas PU Mesuji terkesan tutup mata dan membiarkan kondisi proyek-proyek itu mulai rusak. Bahkan lolosnya proyek-proyek tersebut pada tahap Provisional Hand Over (PHO) juga patut dipertanyakan.

Menanggapi masalah ini, Kepala Dinas PU Mesuji, Huminsa Lubis, beralasan kondisi jalan-jalan itu sudah rusak meski baru berumur beberapa bulan diakibatkan tonase kenderaan yang melintas banyak yang berlebihan.”Itukan jalan seharusnya hanya dilewati kenderaan yang berbobot tidak lebih dari 8 ton, tapi kenyataanya kenderaan yang melintas banyak yang memiliki bobot lebih dari itu,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa (2/2/2016).

Sementara, lanjutnya, pihaknya tidak berwenang untuk mengatur bobot kenderaan yang melintas.”Kita tidak memiliki kewenangan untuk mengatur bobot kenderaan yang melintas,” tandasnya.

Disinggung apakah perencanaan proyek-proyek itu tidak mempertimbangkan aspek kenderaan yang melintas, Lubis berkilah setiap jalan memiliki Tipe. “Dan jalan-jalan itu masih dalam masa pemeliharaan, rekanan masih ada waktu enam bulan untuk memperbaikinya,” ungkap Lubis.

Saat ditanya mengapa hingga kini tidak kunjung diperbaiki dan kapan Dinas PU akan memerintahkan rekanan melakukan perbaikan, Lubis mengatakan, rekanan masih memiliki waktu enam bulan. (Tim/Juanda)