Harianpilar.com, Bandarlampung – Terkait penurunan harga BBM tiga hari yang lalu, sejumlah pedagang mengaku khawatir akan berimbas pada naik turunnya harga sembako.
Purwanto salah satu dari banyaknya pedagang sembako di Pasar Tempel Sukarame Bandarlampung mengatakan, penurunan harga BBM kali ini semoga tidak membuat sembako beralih alih harga, menurutnya jika sampai harga sembako itu naik turun tentunya banyak pedagang yang dirugikan
“Kalau harga beras nanti turun pasti kita yang repot mas, karena kita sudah punya stok banyak dengan harga yang sekarang, kalau sampai turun kita yang dirugikan karena harus mengikuti harga terbaru,” ungkapnya, Kamis (7/1/2016).
Ia berharap dengan turunya harga BBM harga sembako dan barang kebutuhan tetap stabil, jadi tidak mempengaruhi harga-harga barang.
“Harapanya begitu mas, pemerintah tidak sewenang-wenang ngambil kebijakan, ya kita juga harus difikirkan,” harapnya.
Lain lagi dengan Sulastri, pengusaha warung makan di Bandarlampung justru merasa senang dengan perubahan harga gas elpiji dari pemerintah, menurutnya ini adalah keputusan yang baik dari pemerintah
“Saya seneng harga gas elpiji yang 12 kg turun, karena bisa ngirit mas dana untuk masak,” tuturnya
Ia menambahkan meskipun turun nya tidak terlalu banyak tapi tetap senang dengan penurunan harga gas elpiji itu.
“Ya meskipun turun sekitar 5 ribuan tapi saya seneng, karena ini kebutuhan saya tiap hari, turun 5 ribu bagi saya sudah berarti,” tandasnya. (Qoyid/JJ)









