oleh

PTPN I Hadirkan Kopi Banaran Sachet, Bidik Pasar Lebih Luas dengan Harga Ekonomis

Harianpilar.com, Jakarta – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) terus memperkuat bisnis hilir perkebunan melalui inovasi produk kopi. Kali ini, perusahaan menghadirkan Kopi Banaran dalam kemasan sachet untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memberikan alternatif kopi robusta premium dengan harga lebih terjangkau.

Produk yang diproduksi PTPN I Regional 3 di Semarang, Jawa Tengah, tersebut menyasar berbagai segmen konsumen, termasuk kalangan menengah ke bawah yang menginginkan kopi berkualitas dengan harga ekonomis.

Direktur Komersial PTPN I, Arif Budiman, mengatakan pengembangan Kopi Banaran sachet merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan melalui inovasi produk olahan.

Menurutnya, hilirisasi tidak sekadar mengembangkan produk, tetapi juga memastikan hasil perkebunan dapat dinikmati masyarakat melalui produk yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen.

“Strategi pemasaran kami diarahkan untuk memperluas jangkauan konsumen sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas yang dikelola perusahaan. Pengembangan Kopi Banaran sachet menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, baik dari sisi kualitas, kepraktisan, maupun harga,” ujar Arif di Jakarta, Kamis (5/11).

Kopi Banaran sachet sebenarnya bukan produk baru. Pengembangannya telah dimulai sejak 2019 melalui produk kopi robusta kemasan 25 gram bernama Java Mocha Coffee yang saat itu dipasarkan dalam varian original melalui sejumlah kedai kopi milik perusahaan.
Kini, produk tersebut dikembangkan dengan pilihan yang lebih beragam, yakni Original, 2 in 1 (kopi dan gula), serta 3 in 1 (kopi, gula, dan krimer).

Arif menegaskan, pengembangan bisnis hilir menjadi peluang strategis bagi perusahaan untuk mengoptimalkan potensi komoditas perkebunan agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Karena itu, inovasi produk harus diikuti dengan pemahaman terhadap kebutuhan pasar, penguatan pemasaran, serta distribusi yang efektif.

“Ke depan, pengembangan produk dan perluasan pasar harus berjalan beriringan. Kami ingin produk PTPN I semakin dekat dengan konsumen, memiliki daya saing, dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan,” katanya.
Tawarkan Tiga Varian dengan Harga Terjangkau
Marketing Leader Unit Produk Hilir PTPN I Regional 3 Banaran, Jamaludin, menjelaskan Kopi Banaran sachet menggunakan bahan baku 100 persen kopi robusta.

Pengembangan kemasan sachet dilakukan untuk menjawab permintaan pasar terhadap produk kopi berkualitas yang praktis dan memiliki harga lebih terjangkau.

“Adanya permintaan pasar, terutama konsumen menengah ke bawah, menjadi salah satu latar belakang pengembangan Kopi Banaran dalam kemasan sachet. Kami ingin menghadirkan produk yang lebih ekonomis dan mudah dinikmati masyarakat, dengan tetap mempertahankan kualitas bahan baku kopi robusta murni,” jelas Jamaludin.

Untuk varian Original, produk menggunakan kopi robusta tanpa tambahan gula maupun krimer sehingga konsumen dapat menikmati cita rasa kopi secara lebih autentik.
Sementara varian 2 in 1 memadukan kopi robusta dengan gula. Adapun varian 3 in 1 menawarkan perpaduan kopi, gula, dan krimer dalam satu kemasan praktis.

Dari sisi harga, Kopi Banaran sachet Original dijual Rp14.000 per renteng berisi 10 sachet. Varian 2 in 1 dibanderol Rp15.000, sedangkan 3 in 1 dipasarkan Rp18.000 per renteng.
Dengan pilihan tersebut, perusahaan berharap produk kopi premium ini dapat menjangkau lebih banyak konsumen tanpa mengesampingkan kualitas bahan baku.

Perluas Distribusi Melalui Penjualan Langsung dan Marketplace Untuk memperluas penetrasi pasar, pemasaran Kopi Banaran sachet dilakukan melalui sejumlah saluran distribusi, baik secara langsung maupun digital.

Saat ini, ketiga varian produk telah tersedia di Kota Semarang dan wilayah sekitarnya. Konsumen juga dapat memperolehnya melalui penjualan daring.

PTPN I memanfaatkan jaringan sales motoris untuk menjangkau toko, warung, serta jaringan general trade (GT) dan modern trade (MT).
Selain itu, marketplace menjadi salah satu saluran pemasaran yang diandalkan untuk memperluas jangkauan konsumen di luar wilayah distribusi konvensional.

Strategi tersebut turut diperkuat dengan program potongan harga melalui ketentuan minimum pembelian tertentu guna meningkatkan daya tarik produk dan mendorong pembelian.

“Untuk memperluas pasar, kami melakukan penjualan langsung melalui sales motoris dan memanfaatkan marketplace. Kami juga menyiapkan program potongan harga dengan minimum pembelian tertentu agar produk lebih menarik bagi konsumen,” ungkap Jamaludin.

Manfaatkan Banaran Trail Run 2026 untuk Promosi PTPN I juga menyiapkan strategi promosi melalui kegiatan Banaran Trail Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Kampoeng Kopi Banaran, Semarang, Minggu (8/11).

Dalam kegiatan olahraga tahunan tersebut, perusahaan akan menghadirkan permainan interaktif atau fun game sebagai sarana memperkenalkan Kopi Banaran sachet kepada masyarakat.

Peserta dapat mengikuti aktivitas promosi dengan mengikuti akun Instagram resmi PTPN I.
Jamaludin mengatakan, kegiatan Banaran Trail Run menjadi momentum untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun interaksi dengan konsumen melalui media sosial.
Promosi yang dikemas melalui kegiatan olahraga berbasis wisata tersebut diharapkan mampu meningkatkan popularitas merek Kopi Banaran, khususnya di kalangan peserta dari berbagai daerah.
Selain memperkenalkan produk, kegiatan ini juga menjadi upaya menghubungkan produk kopi dengan kawasan perkebunan serta pengalaman langsung konsumen.

Gandeng Mitra untuk Perkuat Produksi
Dari sisi produksi dan pemasaran, PTPN I telah menjalin kerja sama dengan PT SDIMU di Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan produksi sekaligus memperkuat pengembangan pemasaran Kopi Banaran sachet.

Jamaludin menyebutkan, target penjualan produk disusun berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Menurutnya, peluang pasar masih terbuka lebar, terutama untuk produk kopi ekonomis yang menyasar konsumen menengah ke bawah.

“Peluang pasar masih terbuka. Melalui penguatan merek, perluasan distribusi, dan pengembangan produk, kami berharap Kopi Banaran sachet dapat semakin dikenal serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan,” ujarnya.

Pengembangan Kopi Banaran sachet menjadi salah satu langkah PTPN I dalam memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan. Melalui inovasi produk, pilihan varian, harga kompetitif, serta perluasan jaringan pemasaran, perusahaan berupaya meningkatkan nilai tambah kopi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk olahan perkebunan.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen PTPN I untuk tidak hanya mengandalkan penjualan komoditas mentah, tetapi juga mengembangkan produk hilir yang memiliki daya saing dan potensi ekonomi lebih besar. (Ramona).

Komentar