Harianpilar.com, Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mencatat pembukaan 923 rekening saham bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila). Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong generasi muda semakin mengenal pasar modal.
Namun, kemudahan mengakses investasi harus diimbangi pemahaman terhadap risiko. OJK mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar tergiur potensi keuntungan, tetapi mampu mengambil keputusan investasi secara cermat, rasional, dan sesuai profil risiko.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional KSPM FAIR 2026 yang diselenggarakan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB Unila, belum lama ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.
Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 OJK Provinsi Lampung, Indah Puspitasari, yang mewakili Kepala OJK Provinsi Lampung, menyampaikan apresiasi kepada panitia KSPM FEB Unila yang konsisten bersinergi dengan OJK dalam menyelenggarakan KSPM FAIR sebagai agenda tahunan berskala nasional.
Menurutnya, keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi keuntungan, tetapi juga pemahaman terhadap karakteristik instrumen, risiko, serta tujuan keuangan.
“Pembukaan rekening saham merupakan salah satu bentuk perluasan akses masyarakat, khususnya mahasiswa, terhadap pasar modal. Namun, akses tersebut harus diikuti pemahaman yang memadai agar setiap keputusan investasi dilakukan secara bertanggung jawab,” ujar Indah dalam persnya, Selasa (3/11/2026).
OJK menilai penguatan literasi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa menjadi pekerjaan penting di tengah semakin mudahnya akses terhadap layanan keuangan digital dan berbagai tawaran investasi.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa mencapai 92,76 persen. Sementara indeks literasinya baru sebesar 62,72 persen.
Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa tingginya akses terhadap produk dan layanan keuangan belum sepenuhnya diikuti pemahaman yang memadai.
Karena itu, mahasiswa didorong membiasakan diri memeriksa informasi dari sumber tepercaya, memahami karakteristik produk investasi, serta mempertimbangkan risiko sebelum menempatkan dana.
OJK juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terjebak pinjaman daring ilegal, investasi bodong, maupun penipuan berkedok investasi yang menawarkan keuntungan tidak masuk akal.
Legal berarti memastikan perusahaan atau penyedia layanan keuangan memiliki izin dari OJK atau otoritas berwenang. Sementara Logis berarti memastikan penawaran investasi masuk akal, baik dari sisi keuntungan maupun risiko yang harus ditanggung.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB Unila, Dr. Neli Alda, S.E., M.Si., yang mewakili Dekan FEB Unila, turut menekankan pentingnya memperbarui pengetahuan investasi sebelum mengambil keputusan keuangan.
Mahasiswa juga didorong membangun kebiasaan menabung, mengelola pengeluaran sesuai kemampuan, serta aktif mencari informasi dan belajar secara mandiri.
Menurutnya, pemahaman investasi dan kemampuan mengelola keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan dunia keuangan.
Mengusung tema “Redefining Winning Investment in the Evolving Financial Landscape”, KSPM FAIR 2026 menghadirkan ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan pasar modal, instrumen investasi, hingga strategi pengelolaan risiko.
Tak hanya seminar nasional, kegiatan tersebut juga diramaikan Brain Olympic Competition, StockLeague Competition, lomba esai, poster digital, tari modern, serta bazar UMKM yang mendukung transaksi menggunakan QRIS.
Melalui BIK 2026, OJK Provinsi Lampung terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas literasi keuangan.
Dengan pembukaan 923 rekening saham baru, OJK berharap semakin banyak mahasiswa mengenal pasar modal. Namun, yang lebih penting, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna produk keuangan, melainkan juga investor yang memahami risiko, kritis terhadap informasi, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan investasi. (Ramona)










Komentar