oleh

PTPN I Genjot Hilirisasi Kopi Ijen, Bidik Pasar Ekspor Lewat Produk Bernilai Tambah

Harianpilar.com,  Bondowoso — Potensi kopi Ijen di Bondowoso, Jawa Timur, terus didorong menjadi kekuatan bisnis perkebunan yang mampu bersaing di pasar global. PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) menyiapkan strategi transformasi melalui peningkatan produktivitas, digitalisasi pengelolaan kebun, hingga pengembangan produk hilir untuk menciptakan nilai tambah.

Langkah tersebut ditegaskan Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, saat melakukan kunjungan kerja ke Afdeling Plalangan, Kebun Kopi Ijen, pada 14–15 Oktober 2026. Kebun yang dikelola melalui kerja sama operasional (KSO) Java Coffee Estate itu dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bisnis perkebunan yang lebih produktif dan berorientasi pasar.

Dalam kunjungan tersebut, Rivai didampingi Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo, serta Manajer Kebun KSO Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko.

Rivai menegaskan, pengembangan perkebunan tidak cukup hanya mengandalkan produksi bahan baku. Optimalisasi aset harus berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan pengembangan industri hilir agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.

“Aset harus kita amankan, produktivitas harus kita tingkatkan, dan setiap potensi kebun harus kita dorong menjadi nilai tambah. Kita tidak boleh berhenti pada produksi bahan baku, tetapi harus bergerak menuju hilirisasi dan membangun daya saing yang lebih kuat,” tegas Rivai.

Menurutnya, transformasi pengelolaan perkebunan juga perlu ditopang pemanfaatan teknologi modern. PTPN I mendorong penggunaan Internet of Things (IoT), pemantauan berbasis satelit, serta sistem digital terintegrasi untuk memperkuat pengawasan aset dan meningkatkan efisiensi operasional.

Penerapan teknologi tersebut diharapkan membuat pengelolaan kebun semakin terukur, sekaligus membantu perusahaan mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat. Dengan demikian, potensi lahan dan sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Bidik Produk Kopi Bernilai Tambah

Selain membenahi sektor hulu, PTPN I mulai mendorong pengembangan produk hilir sebagai strategi memperluas pasar kopi Ijen. Salah satu peluang yang dilirik adalah diversifikasi produk, termasuk kopi siap minum atau *ready to drink* (RTD).

Pengembangan produk tersebut membuka peluang bagi kopi Ijen untuk memasuki segmen pasar yang lebih luas. Tidak hanya menjual hasil perkebunan dalam bentuk bahan baku, perusahaan juga berupaya meningkatkan nilai ekonomi melalui pengolahan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Kawasan Ijen Geopark turut menjadi potensi strategis untuk mendukung pengembangan kopi Ijen. Perpaduan potensi perkebunan dan daya tarik kawasan tersebut dinilai dapat memperkuat identitas produk sekaligus membuka ruang bagi peluang investasi dan perluasan pasar.

“Kita harus menangkap momentum meningkatnya kebutuhan kopi dunia. Ijen memiliki potensi yang perlu dikembangkan secara serius dan terintegrasi, mulai dari kebun, kualitas produk, hilirisasi, hingga pemasaran,” ujar Rivai.

PTPN I menilai, penguatan hilirisasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menjaga produktivitas kebun, memastikan kualitas hasil panen, mengembangkan produk olahan, hingga memperkuat strategi pemasaran.

Integrasi seluruh proses tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing kopi Ijen, baik di pasar domestik maupun internasional.

Melalui strategi ini, PTPN I menargetkan kopi Ijen berkembang menjadi bisnis perkebunan yang menghasilkan nilai tambah lebih besar, memiliki daya saing kuat, dan berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam mengoptimalkan aset serta memperkuat pertumbuhan bisnis jangka panjang. (Ramona)

Komentar