oleh

Mantan Direktur RSUDAM Imam Ghozali Jadi Staf Ahli Gubernur

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, Imam Ghozali, mendapat penugasan baru sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Pelantikan ini menandai penempatannya dalam jajaran pejabat strategis Pemerintah Provinsi Lampung, dengan fokus tugas yang berkaitan erat dengan pembangunan manusia.

Imam Ghozali dilantik bersama dua pejabat fungsional lainnya oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat (9/10).

Sebelum menduduki jabatan baru tersebut, Imam Ghozali menjabat sebagai Direktur RSUDAM. Jabatan direktur rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Lampung itu saat ini kembali dijabat oleh dr. Lukman Pura, Sp.PD., K-GH., MHSM.

Selain Imam Ghozali, dua pejabat fungsional yang dilantik yakni Wulan Suci Mokobombang sebagai Psikolog Klinis Ahli Pertama pada Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung dan Jefri Sofian Leksana sebagai Dokter Ahli Pertama pada Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Marindo Kurniawan menegaskan, jabatan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM memiliki peran strategis dalam memberikan masukan serta telaahan kepada pimpinan, terutama dalam merumuskan kebijakan pembangunan manusia di Provinsi Lampung.

Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Pemerintah harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing, terutama dalam menghadapi bonus demografi.

“Pengabdian kita kepada masyarakat Lampung adalah tugas utama. Di tengah dinamika permasalahan masyarakat yang kompleks, diperlukan pejabat yang mampu merumuskan kebijakan-kebijakan solutif dan peka terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat,” tegas Marindo.

Ia menekankan, besarnya jumlah penduduk usia produktif harus dikelola secara optimal agar menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan daerah. Untuk itu, kebijakan pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas pendidikan, kesehatan, produktivitas tenaga kerja, perlindungan sosial, dan penguatan karakter generasi muda.

“Ke depan, kita akan menghadapi bonus demografi yang merupakan peluang sekaligus tantangan besar bagi pembangunan daerah. Besarnya jumlah SDM usia produktif harus mampu kita kelola menjadi kekuatan pembangunan,” ujarnya.

Marindo juga meminta para pejabat membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh perangkat daerah, pemangku kepentingan, serta masyarakat. Kolaborasi dinilai menjadi kunci agar kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan publik.

“Kita harus bersama-sama mempersiapkan generasi yang unggul, produktif, dan berdaya saing dalam mewujudkan masyarakat Lampung yang lebih maju,” katanya.

Kepada pejabat yang baru dilantik, Marindo mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan. Setiap pejabat, menurutnya, harus mampu meninggalkan karya dan keteladanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jabatan, pangkat, dan kekuasaan adalah amanah yang memiliki batas waktu. Yang akan menjadi legacy adalah nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai karya, keteladanan, dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Penempatan Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM diharapkan memperkuat dukungan strategis bagi pimpinan daerah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas manusia dan kesejahteraan masyarakat Lampung. (Ramona).

Komentar