oleh

Dari Bali, PTPN I Bidik Pasar Global Cerutu Indonesia

DENPASAR — PT Perkebunan Nusantara I (Persero) memanfaatkan Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026 di Bali sebagai momentum memperluas pasar produk cerutu Indonesia ke kancah global.

Karakter Bali sebagai salah satu destinasi wisata internasional dinilai memberikan peluang strategis bagi PTPN I untuk memperkenalkan produk cerutu kepada wisatawan mancanegara sekaligus membangun jejaring dengan komunitas dan pelaku industri cerutu dari berbagai negara.

Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman, mengatakan ICF memiliki potensi untuk berkembang menjadi ajang berskala internasional. Karena itu, keikutsertaan PTPN I menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk hilir perkebunan kepada pasar yang lebih luas.

“ICF ini merupakan event bertaraf nasional dan sangat memungkinkan untuk berkembang menjadi event internasional. Ini menjadi momentum bagi PTPN I untuk memperkenalkan produk-produk cerutu dari Deli Nusantara maupun Golden Djawa,” kata Arif, Jumat (2/10/2026).

ICF 2026 dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian RI Merianti P. Pintaria, Anggota DPD RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I Arif Budiman, perwakilan InterTabac, serta pelaku industri cerutu dari berbagai daerah.

Festival tersebut menghadirkan pameran produk, forum bisnis dan pertemuan antarpelaku industri. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperluas jejaring bisnis dan memperkenalkan produk cerutu Indonesia kepada konsumen yang memiliki koneksi dengan pasar internasional.

PTPN I membawa dua produk cerutu dalam ajang tersebut, yakni Deli Nusantara dan Golden Djawa. Deli Nusantara mengangkat karakter tembakau Deli dari Sumatera Utara, sedangkan Golden Djawa merepresentasikan tembakau Jawa yang diolah menjadi produk cerutu dengan karakter tersendiri.

Kedua produk tersebut merupakan bagian dari pengembangan produk hilir PTPN I. Pengolahan komoditas menjadi produk bernilai tambah dinilai dapat memperkuat identitas produk perkebunan Indonesia sekaligus membuka peluang pasar baru.

“Bali merupakan destinasi para wisatawan. Melalui event ICF ini, kami ingin memperkenalkan produk cerutu PTPN Group, khususnya PTPN I, kepada para penikmat cerutu yang datang ke Bali,” ujar Arif.

Menurut dia, tingginya mobilitas wisatawan mancanegara di Bali memberikan ruang promosi yang berbeda dibandingkan pasar domestik. Produk dapat diperkenalkan secara langsung kepada konsumen dan komunitas cerutu yang memiliki jejaring lintas negara.

Arif mengatakan pengembangan cerutu ke depan tidak hanya bergantung pada kualitas bahan baku, tetapi juga konsistensi mutu, inovasi, desain kemasan, penguatan merek dan kemampuan membaca karakter konsumen.

“PTPN I akan selalu berinovasi terkait produk-produk yang dibutuhkan dan sesuai dengan segmen pasar, sehingga ke depan dapat semakin diterima oleh konsumen,” katanya.

ICF 2026 juga diikuti sejumlah produsen cerutu lainnya, seperti Dos Hermanos dari Kudus, Jawa Tengah, Taru Martani dari Yogyakarta, serta PT Basuki Raya Cigar dari Jember, Jawa Timur.

Ketua Pelaksana ICF 2026, Opa Ewin, mengatakan Bali memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan produk cerutu Indonesia kepada pasar yang lebih luas. Basis wisatawan mancanegara dinilai dapat menjadi salah satu pendukung terbentuknya ekosistem pemasaran cerutu nasional.

“Kami melihat peluang Bali ini bagus karena pariwisatanya high class. Dari Bali, produk Indonesia memiliki peluang untuk dikenal lebih luas,” ujarnya.

Menurut Opa Ewin, industri cerutu juga memiliki keterkaitan dengan penerimaan negara melalui cukai serta melibatkan rantai ekonomi yang cukup luas, mulai dari petani, pengolah bahan baku, produsen hingga pasar.

Bagi PTPN I, ICF 2026 menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus melihat respons pasar terhadap cerutu yang dikembangkan perusahaan.

“Kami berharap event ini terus berlanjut. Ini merupakan event pertama di Bali dan di Indonesia. Mudah-mudahan berkelanjutan sehingga semakin banyak produk yang bisa kami kembangkan,” kata Arif.

Melalui ICF 2026, PTPN I berupaya memperluas pengenalan Deli Nusantara dan Golden Djawa, sekaligus mendorong pengembangan produk hilir perkebunan agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional. (Ramona).

Komentar