Oleh Mahendra Utama | Pemerhati Pembangunan
Cargill dan Bukti Nyata Kompetisi Sehat
Kehadiran Cargill Group dengan investasi Rp3,3 triliun di Lampung Refinery menjadi bukti bahwa iklim usaha yang kompetitif mampu menarik investor global.
Fasilitas berkapasitas 1 juta ton minyak kelapa sawit per tahun ini menandai langkah penting transformasi ekonomi Lampung.
Gubernur Mirza menegaskan, “Kami terus berbenah dengan meningkatkan infrastruktur, digitalisasi layanan publik, penyederhanaan perizinan, serta menjamin persaingan usaha yang sehat”.
Investasi ini berdampak langsung pada sekitar 190 ribu hektare lahan sawit yang sebagian besar dikelola petani kecil, dengan harga sawit yang lebih stabil dan motivasi replanting yang meningkat.
LEIF 2025: Magnet Investasi Hilirisasi
Lampung Economic and Investment Forum 2025 mencatat 15 Letter of Intent dari investor Jepang, Belgia, Filipina, Malaysia, dan Tiongkok. Gubernur Mirza menyatakan, “Lampung siap menjadi pusat hilirisasi lima komoditas strategis: kelapa, kopi, lada, ubi kayu, dan udang”.
Sebanyak 11 proyek unggulan ditawarkan dengan total nilai lebih dari Rp22 triliun, mencakup Bakauheni Harbour City, Way Kanan Industrial Park, dan Sebalang Port Expansion.
Dari Kompetisi ke Kesejahteraan
Teori Sumitro Djojohadikusumo menekankan pentingnya menjaga stabilitas dinamis perekonomian dengan menghapus inefisiensi dan praktik monopoli.
Persaingan usaha sehat diperlukan agar nilai tambah tidak terkunci pada segelintir pelaku atau tata niaga tertutup.
Hilirisasi yang sehat harus menciptakan peluang usaha yang lebih luas, mendorong tumbuhnya industri turunan, serta membuka akses bagi pelaku usaha baru. Bagi Lampung, inilah jalan menuju pembangunan inklusif yang dirasakan seluruh masyarakat.










Komentar