Harianpilar.com,Bandarlampung – Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kampus kebanggaan Lampung itu memboyong dua penghargaan bergengsi dalam ajang APPeL Hijau Indonesia Awards 2026 yang digelar di Harris Hotel & Convention Solo, Surakarta, Jumat (7/8/2026).
Dua penghargaan tersebut yakni Anugerah Kampus Hijau (Green Campus Award) dan Anugerah Perpustakaan Hijau (Green Library Award) untuk Unit Pelaksana Akademik (UPA) Perpustakaan Unila.
Sertifikat dan trofi penghargaan diterima langsung Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam rangkaian Konferensi Literasi Hijau Indonesia (KLHI) ke-3.
Prestasi tersebut menjadi semakin penting karena proses penilaian dilakukan melalui profiling digital secara komprehensif, tidak semata-mata berdasarkan penilaian lapangan.
Ketua Panitia KLHI III 2026, Ali Mutakim, mengatakan tim penilai melakukan penelusuran terhadap berbagai rekam jejak digital perguruan tinggi, mulai dari situs resmi, pemberitaan media hingga publikasi ilmiah yang tercatat di Google Scholar.
“Penilaian tidak hanya berdasarkan aplikasi di lapangan, tetapi kami melakukan profiling mendalam terhadap situs resmi, pemberitaan media, hingga rekam jejak publikasi ilmiah perguruan tinggi di Google Scholar,” ujar Ali dalam siaran persnya, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, Unila dinilai konsisten dalam mengembangkan dan menyebarluaskan literasi hijau serta ekosistem kampus berkelanjutan.
Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani menyebut dua penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian simbolis, tetapi menjadi bentuk pengakuan terhadap kerja terukur seluruh elemen kampus dalam membangun budaya ramah lingkungan.
“Penghargaan Green Campus dan Green Library ini bukan sekadar piala, melainkan bentuk pengakuan atas langkah Unila mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan hidup ke dalam tridharma perguruan tinggi,” tegasnya.
Integrasi tersebut mencakup kurikulum, riset ilmiah, tata kelola fasilitas hingga pelayanan perpustakaan berbasis ekosistem hijau.
Unila juga terus mendorong penerapan literasi hijau melalui berbagai program konkret. Di antaranya penanaman pohon bagi mahasiswa baru, efisiensi energi kampus serta digitalisasi layanan perpustakaan guna mengurangi penggunaan kertas.
“Di Unila, gagasan literasi hijau tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi langsung diterjemahkan ke dalam tindakan nyata,” kata Lusmeilia.
Sementara itu, Rektor Universitas Musamus Dr. Ir. Daud Andang Pasalli, S.T., M.Eng., menekankan pentingnya perguruan tinggi mengambil peran strategis menghadapi tantangan global.
Menurutnya, penguatan literasi hijau harus dibarengi kolaborasi akademisi dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatra hingga Papua.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung agenda strategis nasional, khususnya ketahanan energi terbarukan, ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Konferensi Literasi Hijau Indonesia ke-3 dan APPeL Hijau Indonesia Awards 2026 diikuti pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah, konsorsium PTN Indonesia Timur, perwakilan kementerian serta delegasi internasional dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.
Raihan dua penghargaan ini sekaligus mempertegas posisi Unila dalam mendorong kampus berkelanjutan, riset berdampak dan transformasi layanan berbasis digital. (Ramona)
tan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Konferensi Literasi Hijau Indonesia ke-3 dan APPeL Hijau Indonesia Awards 2026 diikuti pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah, konsorsium PTN Indonesia Timur, perwakilan kementerian serta delegasi internasional dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.
Raihan dua penghargaan ini sekaligus mempertegas posisi Unila dalam mendorong kampus berkelanjutan, riset berdampak dan transformasi layanan berbasis digital. (Ramona)
Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kampus kebanggaan Lampung itu memboyong dua penghargaan bergengsi dalam ajang APPeL Hijau Indonesia Awards 2026 yang digelar di Harris Hotel & Convention Solo, Surakarta, Jumat (7/8/2026).
Dua penghargaan tersebut yakni Anugerah Kampus Hijau (Green Campus Award) dan Anugerah Perpustakaan Hijau (Green Library Award) untuk Unit Pelaksana Akademik (UPA) Perpustakaan Unila.
Sertifikat dan trofi penghargaan diterima langsung Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam rangkaian Konferensi Literasi Hijau Indonesia (KLHI) ke-3.
Prestasi tersebut menjadi semakin penting karena proses penilaian dilakukan melalui profiling digital secara komprehensif, tidak semata-mata berdasarkan penilaian lapangan.
Ketua Panitia KLHI III 2026, Ali Mutakim, mengatakan tim penilai melakukan penelusuran terhadap berbagai rekam jejak digital perguruan tinggi, mulai dari situs resmi, pemberitaan media hingga publikasi ilmiah yang tercatat di Google Scholar.
“Penilaian tidak hanya berdasarkan aplikasi di lapangan, tetapi kami melakukan profiling mendalam terhadap situs resmi, pemberitaan media, hingga rekam jejak publikasi ilmiah perguruan tinggi di Google Scholar,” ujar Ali dalam siaran persnya, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, Unila dinilai konsisten dalam mengembangkan dan menyebarluaskan literasi hijau serta ekosistem kampus berkelanjutan.
Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani menyebut dua penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian simbolis, tetapi menjadi bentuk pengakuan terhadap kerja terukur seluruh elemen kampus dalam membangun budaya ramah lingkungan.
“Penghargaan Green Campus dan Green Library ini bukan sekadar piala, melainkan bentuk pengakuan atas langkah Unila mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan hidup ke dalam tridharma perguruan tinggi,” tegasnya.
Integrasi tersebut mencakup kurikulum, riset ilmiah, tata kelola fasilitas hingga pelayanan perpustakaan berbasis ekosistem hijau.
Unila juga terus mendorong penerapan literasi hijau melalui berbagai program konkret. Di antaranya penanaman pohon bagi mahasiswa baru, efisiensi energi kampus serta digitalisasi layanan perpustakaan guna mengurangi penggunaan kertas.
“Di Unila, gagasan literasi hijau tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi langsung diterjemahkan ke dalam tindakan nyata,” kata Lusmeilia.
Sementara itu, Rektor Universitas Musamus Dr. Ir. Daud Andang Pasalli, S.T., M.Eng., menekankan pentingnya perguruan tinggi mengambil peran strategis menghadapi tantangan global.
Menurutnya, penguatan literasi hijau harus dibarengi kolaborasi akademisi dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatra hingga Papua.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung agenda strategis nasional, khususnya ketahanan energi terbarukan, ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Konferensi Literasi Hijau Indonesia ke-3 dan APPeL Hijau Indonesia Awards 2026 diikuti pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah, konsorsium PTN Indonesia Timur, perwakilan kementerian serta delegasi internasional dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.
Raihan dua penghargaan ini sekaligus mempertegas posisi Unila dalam mendorong kampus berkelanjutan, riset berdampak dan transformasi layanan berbasis digital. (Ramona)










Komentar