Harianpilar.com, Bandarlampung- (PPN) Lampung memperkuat kolaborasi membangun ekosistem peternakan telur yang berkelanjutan. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing peternak lokal, menjaga ketahanan pangan, sekaligus memperluas peluang usaha berbasis komoditas unggas.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Penguatan Ekosistem Peternak Telur dan Kemandirian Pangan yang digelar di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Senin (3/8).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan penguatan sektor peternakan telur harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produksi, distribusi, hingga perluasan akses pasar agar peternak memperoleh kepastian usaha dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Penguatan ekosistem peternakan harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Produksi, distribusi, dan akses pasar harus terhubung agar peternak memperoleh kepastian usaha sekaligus mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Gubernur.
Salah satu fokus pembahasan adalah mengoptimalkan penyerapan produksi telur peternak lokal melalui berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah berharap UMKM peternak telur dapat menjadi bagian utama dalam rantai pasok kebutuhan telur untuk mendukung program tersebut.
Selain itu, stabilitas harga pakan dan harga telur di tingkat peternak juga menjadi perhatian. Pemerintah menilai kestabilan harga merupakan faktor penting untuk menjaga produktivitas, meningkatkan daya saing, dan memberikan kepastian usaha bagi peternak.
Dalam rapat tersebut juga dibahas strategi meningkatkan konsumsi telur sebagai sumber protein hewani. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperluas penyerapan hasil produksi peternak lokal.
Pemprov Lampung bersama Pinsar turut mendorong pengembangan sektor hilir melalui industri pengolahan telur, seperti tepung telur, yang dinilai memiliki potensi meningkatkan nilai tambah produk, membuka peluang investasi, dan memperluas pasar.
Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Pinsar Petelur Nasional Lampung, dan para pelaku usaha diharapkan mampu membangun ekosistem peternakan yang lebih tangguh. Dengan sinergi tersebut, Lampung tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga mendorong lahirnya industri peternakan modern yang mampu meningkatkan kesejahteraan peternak dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah. (Ramona)










Komentar