Harianpilar.com, Lampung Timur – Video warga Dusun Umbul Glimbung, Desa Bandar Agung, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), memperbaiki jalan rusak secara swadaya viral di media sosial. Video itu menyedot perhatian publik karena warga tidak hanya bergotong royong membangun jalan, tetapi juga menyampaikan ajakan untuk tidak membayar pajak.
Dalam rekaman tersebut, seorang warga menyebut uang pajak lebih baik digunakan untuk patungan membeli material perbaikan jalan. Aksi itu dilakukan karena warga merasa akses jalan di wilayah mereka sudah lama rusak, tetapi belum kunjung mendapat perbaikan dari pemerintah.
Video tersebut kemudian memunculkan beragam tanggapan di media sosial. Sebagian warganet mendukung semangat gotong royong warga, sementara sebagian lainnya menyoroti lambatnya perbaikan infrastruktur desa.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah pun angkat bicara. Ia memastikan pemerintah daerah telah mengetahui kondisi jalan di wilayah tersebut dan tidak tinggal diam.
Menurut Ela, pembangunan infrastruktur jalan di kawasan itu sudah dilakukan, tetapi harus berjalan secara bertahap karena keterbatasan anggaran dan banyaknya ruas jalan yang perlu ditangani. Warga Ajak Tak Bayar Pajak demi Perbaiki Jalan Dalam video yang beredar, seorang warga menyampaikan kekecewaannya karena jalan di Dusun Umbul Glimbung belum diperbaiki.
Warga itu mengaku memilih tidak membayar pajak tahun ini. Uang yang seharusnya digunakan untuk membayar pajak disebut dialihkan untuk swadaya pembangunan jalan. “Selamat pagi, izin Bupati Lampung Timur. Tahun ini saya enggak bayar pajak. Uangnya saya gunakan untuk swadaya pembangunan jalan mandiri di Dusun Umbul Glimbung,” ucap warga dalam video. Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling banyak disorot publik.
Narasi bahwa uang pajak lebih baik digunakan untuk patungan perbaikan jalan membuat video itu cepat menyebar di media sosial. Warga juga menyampaikan bahwa mereka sudah lama menunggu perbaikan jalan dari pemerintah.
Namun, karena kondisi jalan dinilai semakin memprihatinkan, masyarakat akhirnya memilih bergotong royong dan memperbaiki jalan secara mandiri.
Ela mengatakan, Dusun Umbul Glimbung berada di wilayah register yang memiliki karakteristik khusus.
Oleh karena itu, penanganan fasilitas publik di kawasan tersebut membutuhkan proses tersendiri.
Ia menyebut, pemerintah daerah telah memantau kondisi jalan di wilayah tersebut sejak lama. Bahkan, pembangunan infrastruktur jalan di kawasan itu sudah pernah dilakukan pada tahun sebelumnya.
“Wilayah itu sudah kami monitor. Pemerintah daerah juga telah membangun infrastruktur jalan di kawasan tersebut pada tahun sebelumnya. Namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap karena masih banyak ruas jalan yang harus ditangani,” ujar Ela saat dikonfirmasi pada Sabtu (4/7/2026). (Rls)










Komentar