Harianpilar.com, Bandarlampung-Badan Penyelamat Wisata Bahari (Balawista) Provinsi Lampung mengeluarkan imbauan menyusul adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Seluruh wisatawan, pelaku usaha wisata bahari, hingga nelayan diminta untuk memperketat kewaspadaan selama beraktivitas di wilayah perairan tersebut guna mengantisipasi segala potensi risiko yang dapat terjadi.
Ketua Balawista Lampung, Deni Ribowo, menegaskan bahwa keselamatan pengunjung dan masyarakat pesisir merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
“Berdasarkan laporan terkini, aktivitas kegempaan dangkal, gempa embusan, serta gempa frekuensi rendah di Gunung Anak Krakatau menunjukkan grafik peningkatan yang cukup signifikan sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak,” ujar Deni Ribowo yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung ini.
Deni meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri mendekati zona rawan di sekitar gunung tersebut dan selalu memantau perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan oleh PVMBG, BMKG, dan BNPB.
Himbauan ini sejalan dengan keinginan Gubernur Lampung, Rahmar Mirzani Djausal untuk memberikan keamanan dan kenyamanan wisatawan datang ke Lampung.”Untuk itu perlu kami beri himbauan kepada tamu-tamu yang datang ke Lampung,” ujar Deni.
Selain menjauhi radius bahaya, Deni juga mengingatkan para pelaku wisata dan nelayan untuk wajib melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung saat berada di laut.
Ia menekankan pentingnya sikap kooperatif dalam mengikuti setiap arahan dari petugas Balawista maupun aparat terkait di lapangan.
“Jika terjadi kondisi darurat atau melihat tanda-tanda alam yang mencurigakan, wisatawan harus segera menjauh dari area pantai tanpa menunda waktu,” ujarnya.
Saat ini, personel Balawista di sejumlah titik pesisir Lampung terus disiagakan dengan semangat siaga, cepat, dan profesional demi memastikan ekosistem wisata tetap berjalan dengan aman dan nyaman.
Menurut Deni, pariwisata Lampung yang aman hanya bisa terwujud melalui kedisiplinan bersama dalam mematuhi seluruh protokol keselamatan yang ada. (*)










Komentar