Harianpilar.com, Bandarlampung- Pemerintah Provinsi Lampung kembali menunjukkan kinerja positif dalam pengendalian inflasi. Di tengah tekanan kenaikan harga pangan yang terjadi di 33 provinsi di Indonesia, Lampung berhasil mempertahankan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada angka 0,00.
Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, secara virtual, Senin (15/6). Pemerintah Provinsi Lampung diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Liza Derni.
Dalam paparannya, Tito menyebut inflasi nasional saat ini berada pada level 0,82 persen dengan tren bulanan yang melandai. Meski demikian, sejumlah komoditas pangan masih menjadi pemicu kenaikan harga, terutama cabai merah, minyak goreng, dan bawang merah.
“Secara nasional inflasi masih terkendali, namun daerah harus tetap waspada terhadap gejolak harga pangan, kenaikan harga energi, dan fluktuasi nilai tukar dolar AS,” ujar Tito.
Keberhasilan Lampung menjaga IPH di angka nol dinilai mencerminkan efektivitas langkah pengendalian yang dilakukan pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain membahas inflasi, rakor juga dirangkai dengan penandatanganan Surat Edaran Bersama Mendagri dan Kepala BPS terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, mengajak seluruh pemerintah daerah mendukung suksesnya sensus melalui gerakan TIR (Terima petugas, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga).
Mendagri menegaskan sensus ekonomi menjadi instrumen strategis untuk memetakan potensi ekonomi daerah, menyusun kebijakan pembangunan, hingga memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Karena itu, kepala daerah diminta memberikan dukungan penuh mulai dari sosialisasi hingga fasilitasi pendataan di lapangan.
Pada kesempatan tersebut, Tito juga mendorong pemerintah daerah memanfaatkan euforia FIFA World Cup 2026 melalui kegiatan nonton bareng yang terkoordinasi dengan Forkopimda. Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan itu dinilai mampu menggerakkan pelaku UMKM dan ekonomi lokal.
Dengan inflasi yang tetap terkendali dan dukungan terhadap agenda nasional seperti Sensus Ekonomi 2026, Lampung dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika global yang masih bergejolak. (Ramona)










Komentar