Harianpilar.com, Bandarlampung-Pemerintah Provinsi Lampung kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Lampung tercatat sebagai provinsi dengan tingkat inflasi tahunan (year on year/yoy) terendah di Indonesia, yakni hanya 1,94 persen, jauh di bawah inflasi nasional yang mencapai 3,08 persen.
Prestasi tersebut terungkap dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dan diikuti seluruh pemerintah daerah se-Indonesia. Pemerintah Provinsi Lampung diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yayan Ruchyansah, dari Ruang Command Center Diskominfotik Provinsi Lampung, Senin (8/6).
Tak hanya tingkat provinsi, Lampung juga mencatat prestasi di tingkat kabupaten/kota. Kota Bandar Lampung menjadi daerah dengan inflasi tahunan terendah di Pulau Sumatera, sementara Kabupaten Lampung Timur masuk dalam kelompok daerah dengan tingkat inflasi rendah.
Capaian ini menjadi indikator keberhasilan berbagai langkah pengendalian inflasi yang dilakukan Pemprov Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia, Bulog, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Meski demikian, tantangan pengendalian harga masih tetap ada. Pada Mei 2026, Lampung mengalami inflasi bulanan sebesar 0,82 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil 0,53 persen secara bulanan dan 1,64 persen secara tahunan. Komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah menjadi pemicu utama kenaikan harga di daerah.
Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar terus waspada terhadap pergerakan harga komoditas strategis, terutama beras dan minyak goreng. Ia meminta daerah memperkuat distribusi pangan, mengoptimalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta mendorong gerakan menanam cabai guna menekan gejolak harga.
Ke depan, Pemprov Lampung menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan bahan pokok, terutama menjelang periode peningkatan permintaan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli warga sekaligus mempertahankan stabilitas perekonomian daerah.
“Keberhasilan menjadi provinsi dengan inflasi tahunan terendah di Indonesia menunjukkan bahwa sinergi pengendalian inflasi di Lampung berjalan efektif. Namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan agar stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” demikian kesimpulan yang mengemuka dalam rakor tersebut. (Ramona)










Komentar