oleh

Usia Bukan Halangan, Staf BPBD Lanjutkan S1 Lewat RPL

Harianpilar,com.Bandarlampung – Semangat belajar tanpa batas usia ditunjukkan A. Gani (52), staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, yang melanjutkan pendidikan strata satu (S1) di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tahun 2024.

Tak hanya itu, A. Gani juga menjadi salah satu penerima beasiswa dari Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN).

Di tengah kesibukannya dalam penanganan kebencanaan, pria kelahiran 1974 ini tetap berkomitmen meningkatkan kompetensi diri melalui pendidikan formal. Baginya, usia bukan alasan untuk berhenti belajar.

“Jangan takut, jangan malu, tetap semangat kuliah di usia yang tidak lagi muda,” ujar A. Gani, Senin (27/4).

Ia menilai jalur RPL sangat membantu karena pengalaman kerja yang telah dijalani selama bertahun-tahun dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik. Hal ini membuat masa studi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.

A. Gani juga mengaku bersyukur atas dukungan beasiswa dari pemerintah daerah. Menurutnya, program tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan ASN.

Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen IIB Darmajaya, Novita Sari, mengatakan kehadiran mahasiswa dari kalangan profesional, termasuk ASN, memberi nilai tambah dalam proses pembelajaran di kelas.

“Mahasiswa jalur RPL memiliki keunggulan dari sisi pengalaman kerja. Ini memperkaya diskusi karena mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga berbagi praktik nyata di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui program RPL, capaian pembelajaran dari pengalaman kerja, pelatihan, maupun pendidikan nonformal dapat diakui sebagai kredit akademik, sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan studi lebih cepat tanpa mengurangi mutu pendidikan.

Kisah A. Gani menjadi bukti bahwa semangat belajar tak mengenal batas usia. Dukungan pemerintah serta akses pendidikan yang fleksibel menjadi kunci dalam mendorong peningkatan kapasitas ASN demi pelayanan publik yang semakin optimal. (Ramona)

Komentar