Harianpilar.com, Pringsewu – Dalam rangka memperingati Nuzulul Quran 17 Ramadan 1447 Hijriah sekaligus Hari Kesatuan Gerak PKK, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan khotmil Quran di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Ketua TP-PKK Ny. Rahayu Sri Astutik Riyanto, Wakil Ketua TP-PKK Taufik Qurohim, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah.
Turut hadir Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Siti Litawati, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Titik Puji Lestari, sejumlah kepala perangkat daerah dan kepala bagian, serta perwakilan pengurus dan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari sembilan kecamatan di Kabupaten Pringsewu.
Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila mengatakan pemerintah daerah siap bersinergi dan berkolaborasi dengan PKK, terutama dalam menjalankan program pemberdayaan perempuan di desa dan kecamatan. Wabup juga memohon dukungan serta doa restu dari masyarakat agar bersama Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dapat menjalankan amanah memimpin daerah dengan baik.
“Melalui peringatan Nuzulul Quran, mari bersama-sama kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Di samping lebih mempererat ukhuwah Islamiyah guna mewujudkan Kabupaten Pringsewu yang Mandiri, Aman, Kondusif, Maju dan Unggul, serta Religius (Makmur),” ucapnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Pringsewu Ny. Rahayu Sri Astutik Riyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah yang telah hadir mengikuti kegiatan khotmil Quran tersebut. Ia mengatakan kehadiran para jamaah menjadi motivasi bagi PKK untuk terus meningkatkan peran di tengah masyarakat. Menurutnya, PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun kebersamaan sekaligus memberdayakan perempuan dan keluarga.
“Saya juga ingin menyosialisasikan beberapa program pokok PKK yang mudah-mudahan harapannya nanti apa yang menjadi program bupati dan wakil bupati maupun program-program Pemkab Pringsewu serta program PKK bisa dipahami dan didukung oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Rahayu juga menekankan pentingnya penguatan kembali 10 program pokok PKK agar dapat hadir dan dirasakan langsung oleh keluarga-keluarga di Indonesia. Menurutnya, jika sebuah negara ingin menjadi kuat, maka keluarga sebagai unit terkecil masyarakat juga harus tangguh dan berdaya. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan nasional menuju Generasi Indonesia Emas 2045. (Rls)








