Harianpilar.com, Kudus – Empat dari lima pesilat Lampung yang bertanding di partai semifinal berhasil maju ke babak final Cabor Pencak Silat PON Beladiri I Kudus 2025.
Diawali dari pesilat putri Riski Enjel yang mengalahkan pesilat Bengkulu Zarah Afifah dengan skor 37-7.
Disusul oleh Muhammad Rizki Tama yang mengalahkan Aleksander Palla dari NTT di kelas F putra dengan skor 25-19.
Pada pertandingan siang, M. Wildan di kelas E Putra nenang 59-30 dari pesilat Bali, Kadek Aditya.
Di kelas D Putra, Ahya Mulya Bhakti menang 30-26 dari pesilat Sumbar, Rheydo Shabililah.
Hanya Arief Saputra di kelas G Putra yang terpaksa mengakui kehebatan pesilat DKI Jakarta, Mukhlisin. Arief kalah dengan skor 55-23.
Masuknya empat pesilat Lampung ke Babak Final PON Beladiri I di Kudus Jawa Tengah, menarik perhatian Ketua Umum Pengprov IPSI Lampung, H Faisol Djausal.
Pak Haji – panggilan akrab keluarga besar IPSI Lampung untuk H Faisol Djausal, berpesan melalui Sekum Pengprov IPSI Lampung, Riagus Ria agar ini dijadikan momentum yang penting dan fokuskan pada tujuan akhir di arena PON ini.
“Tampil dengan semangat juang tinggi dan habis-habisan, namun harus tetap menjaga sportivitas. Hormati lawan sebagai ksatria yang sejati. Menang itu bukan segala-galanya, jika kemenangan diperoleh tidak dengan sportivitas tinggi,” katanya.
Pak Haji mengatakan bahwa seluruh perjuangan para pesilat tidak ada yang sia-sia. Kalah atau menang itu biasa dalam pertandingan. Yang terpenting tetap menjunjung tinggi sportivitas, karena sportivitas adalah “roh” dari olahraga.
Sementara Riagus yang memantau langsung perjuangan para pesilat Lampung mengatakan bahwa sampai di fase ini, 4 pesilat Lampung ke final adalah hasil perjuangan yang luar biasa.
“Tanpa mengurangi perjuangan pesilat Arif yang gagal melangkah ke final, karena kalah dari juara Pomnas dari DKI Jakarta. Ini memang wajar, karena kemampuan yang berimbang, namun hasilnay sudah berbicara. Arif sudah berjuang luar biasa untuk lolos ke final,” ungkap Riagus.
Dia berharap 4 finalis itu tampil fokus dan maksimal sehingga bisa menggapai medali Emas besok. “Mohon doa kepada seluruh masyarakat Lampung. Kami berjuang demi mengharumkan nama provinsi Lampung, dan akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan,” lanjut Riagus.
Lampung mengirimkan 10 pesilat ke PON Beladiri ini, 9 diantaranya bisa bertanding, namun satu atlet tidak bisa turun gelanggang karena pesertanya tidak cukup memenuhi jumlah minimal 5 pesilat di kelas I putra.
“Saya sekali, Andika ‘kentung’ tidak ada lawan padahal sangat potensi di kelas I putra,” tambahnya. Hingga hari ke-9 ini, Lampung mengoleksi 2 medali Emas, 3 Perak dan 6 Perunggu. (*)









