Harianpilar.com, Tanggamus – Minimnya ternak hewan kerbau di Kabupaten Tanggamus ini membuat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tanggamus akan melakukan inovasi pengembangan ternak kerbau.
Kadiskeswan Tanggamus Romas Yadi mengatakan, adanya langkah inovasi pengembangan ternak kerbau di Bumi Begawi Jejama ini, lantaran ada dukungan yang didasari oleh keinganan yang kuat dari salah satu pengusaha ternak, yang ingin mengembangkan peternakan kerbau. “Inovasi pengembangan ternak kerbau ini awalnya, ada gagasan dari pengusaha ternak yang ada di Kabupaten ini. Tentu kita sambut baik dong gagasan itu, karena memang untuk kerbau di Tanggamus sangatlah tidak berkembang. Hanya ada 1-2 peternak kerbau saja,” kata Romas, Selasa (3/11/2015).
Nantinya, inovasi pengembangan ternak kerbau ini akan menggunakan konsep desa terpadu ternak kerbau yang rencananya akan diwujudkan di wilayah Kecamatan Pugung. Tentu timbul pertanyaan kenapa di Pugung? Hal itu karena pengusaha ternak yang juga pencetus gagasan pengembangan ternak tersebut memiliki lahan yang cukup di Kecamatan yang dipimpin oleh Camat Hardasyah tersebut. “Jika nantinya gagasan ini terwujud, maka Tanggamus kedepannya bukan hanya terkenal sebagai central kambing saburai saja. Akan tetapi juga dikenal sebagai salah satu Kabupaten central ternak kerbau. Tentu jadi nilau plus bagi Tanggamus,” katanya.
Ia menambahkan, soal pangan kerbau. Tidak perlu di khawatirkan, karena Tanggamus sangat kaya akan pasokan pangan untuk hewan ternak. Maka dari itu, dirinya (Romas,red) sangat optimis bahwa gagasan inovasi pengembangan ternak ini akan berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan. “Saya selalu optimis dalam hal apapun. Yang penting kita berupaya melakukan yang terbaik dalam hal bekerja untuk mewujudkan pengembangan ternak hewan kurban di Kabupaten ini,” tandas mantan Kadis PU Tanggamus. (imron/joe)









