oleh

Jembatan Antardesa di Tanggamus Ambruk

Harianpilar.com, Tanggamus – Hujan deras yang memicu banjir dan tanah longsor di Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menyebabkan jembatan penghubung antardesa ambruk pada Kamis (30/7/2025). Akibatnya, akses jalan terputus dan dua desa kini terisolir.

Jembatan darurat di atas Sungai Way Tuba, yang menjadi satu-satunya penghubung antara Desa Sanggi dan Desa Atar Lebar, tidak lagi bisa dilalui kendaraan setelah diterjang arus banjir dan material longsor.

Selain itu, satu jembatan lain yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi utama juga mengalami kerusakan berat, membuat akses kendaraan roda dua maupun empat terputus total.

Sekitar 340 kepala keluarga (KK) di Desa Atar Lebar kini terpaksa berjalan kaki menyusuri tepi sungai dan menyeberang secara manual untuk menuju Desa Sanggi. Jalur yang tersisa licin dan berisiko tinggi karena berada di tepian Sungai Way Tuba.

Meski tidak ada korban jiwa, aktivitas warga lumpuh akibat ambruknya jembatan. Peristiwa serupa ternyata bukan pertama kali terjadi, terakhir terjadi pada Agustus 2025.

Kapolsek Wonosobo, Iptu Tjasudin, mengatakan dua desa kini terisolir karena akses jalan tertutup lumpur total.

“Situasi saat ini sangat menyulitkan mobilitas warga. Jembatan ini sangat vital. Tanpa akses ini, warga harus berjalan kaki dengan risiko tinggi,” ujar Tjasudin, Jumat (1/8/2025).

Ia menambahkan, hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus memutuskan untuk membangun kembali jembatan darurat sebagai solusi sementara.

“Kami berharap segera ada penanganan cepat dari instansi terkait agar masyarakat bisa beraktivitas kembali,” katanya.

Warga Desa Sanggi dan Atar Lebar berharap Pemkab Tanggamus segera melakukan perbaikan jembatan permanen dan menormalisasi akses jalan yang rusak akibat banjir dan longsor. (Rls)