oleh

Lampung Bidik Pasar Ekspor

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mulai memperkuat strategi pengembangan komoditas unggulan berorientasi ekspor. Memanfaatkan posisi geografis yang strategis dan dukungan infrastruktur pelabuhan serta transportasi udara, Pemprov Lampung mendorong integrasi data perdagangan dan produksi untuk memperluas pasar produk daerah ke tingkat internasional.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam Rapat Pengembangan Potensi Ekspor Komoditas Unggulan Indonesia bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Selasa (3/11/2026).

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyambut baik gagasan kolaborasi lintas perangkat daerah yang disampaikan Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung, Donni Muksydayan.

Jihan bahkan menyatakan dukungan terhadap pembentukan tim kecil lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengintegrasikan data komoditas dan perdagangan Lampung ke dalam satu sistem informasi atau dashboard.

“Saya sangat setuju terkait data ekspor pada dashboard. Nanti bersama OPD terkait kita bentuk satu tim kecil untuk integrasi data komoditas dan perdagangan Lampung yang meliputi seluruh sektor. Harapannya, ini dapat memotret seluruh rantai pasok, baik di dalam maupun di luar daerah,” tegas Jihan.

Menurut Jihan, integrasi data menjadi langkah penting untuk mengetahui secara menyeluruh potensi komoditas unggulan Lampung, mulai dari sektor produksi, distribusi hingga pemasaran. Dengan demikian, kebijakan pengembangan ekspor dapat disusun lebih terarah dan tepat sasaran.

Ia juga menekankan perlunya menindaklanjuti sejumlah agenda strategis melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, agar berbagai potensi komoditas unggulan Lampung dapat dioptimalkan.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung, Donni Muksydayan, mengungkapkan bahwa Lampung memiliki posisi strategis dalam perdagangan domestik maupun internasional.

Keberadaan Pelabuhan Panjang sebagai salah satu pintu ekspor wilayah Sumatera bagian Selatan, Pelabuhan Bakauheni, serta akses transportasi udara yang terhubung dengan jalur penerbangan internasional merupakan modal penting untuk memperkuat perdagangan daerah.

Namun, menurut Donni, keunggulan infrastruktur tersebut harus diimbangi dengan penguatan kolaborasi dan ketersediaan data komoditas yang terintegrasi.

Ia mengusulkan penyatuan basis data sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan dengan data lalu lintas perdagangan, baik komoditas yang masuk maupun keluar dari Lampung.

“Data hulu dan data perdagangan ini bisa saling terhubung. Dengan demikian, kita dapat memotret rantai pasok komoditas secara lebih menyeluruh, termasuk pergerakan barang dari dan ke Provinsi Lampung,” jelasnya.

Donni menambahkan, Balai Karantina memiliki data lalu lintas perdagangan domestik dan komoditas pertanian yang dapat dimanfaatkan bersama untuk memetakan potensi daerah, memperkuat ketelusuran rantai pasok, serta menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Selain integrasi data, pihaknya juga mendorong penyelarasan program Desa Ekspor yang dikembangkan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dengan program Balai Karantina. Penyamaan kriteria dan penguatan koordinasi dinilai penting agar pengembangan desa berorientasi ekspor berjalan efektif.

Peluang lain yang mulai dikembangkan adalah ekspor ikan hias dari Lampung. Melalui kerja sama dengan PT Pos Indonesia, pelaku usaha, termasuk UMKM, kini mendapatkan kemudahan pengiriman komoditas ke negara tujuan tanpa harus mencari agen pengiriman melalui Jakarta.

Donni berharap pola fasilitasi tersebut dapat diperluas sehingga semakin banyak pelaku usaha lokal mampu menembus pasar internasional.

Ia menegaskan, peran karantina bukan hanya melakukan pengawasan dan penerapan biosekuriti, tetapi juga menjadi fasilitator perdagangan untuk memastikan kelancaran arus komoditas sekaligus memenuhi persyaratan keamanan dan kesehatan negara tujuan ekspor.

Menanggapi hal tersebut, Jihan meminta seluruh OPD terkait segera berkoordinasi dengan Balai Karantina guna memastikan berbagai gagasan kolaborasi dapat ditindaklanjuti secara konkret.

“Terima kasih kepada Pak Donni atas ide dan gagasan kolaborasi ke depan untuk mengoptimalkan komoditas unggulan Lampung. Kita mengetahui bahwa Lampung memiliki posisi yang sangat strategis, terutama dalam pengembangan ekspor. Saya akan menginstruksikan OPD terkait untuk berkoordinasi dengan rekan-rekan dari Balai Karantina agar seluruh upaya ini dapat berjalan lancar sesuai harapan,” ujarnya.

Melalui integrasi data, penguatan kelembagaan, serta sinergi lintas sektor, Pemprov Lampung optimistis potensi komoditas unggulan daerah dapat dikelola lebih maksimal. Tidak hanya memperkuat pasar domestik, langkah ini juga diharapkan membuka peluang lebih besar bagi produk pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan UMKM Lampung untuk bersaing di pasar global. (Ramona)

Komentar