Harianpilar.com, Bandar Lampung – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menegaskan komitmennya menjadi kampus berdampak yang tidak hanya menghasilkan lulusan dan riset, tetapi juga ikut menyelesaikan persoalan pembangunan serta mengembangkan potensi unggulan Lampung.
Komitmen itu mengemuka setelah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong ITERA menjadi salah satu motor penggerak kemajuan Sumatera, khususnya Lampung.
Rektor ITERA Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si. mengatakan, pihaknya siap memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah daerah, serta perguruan tinggi lain untuk mengoptimalkan potensi daerah.
Menurut Elfahmi, salah satu fokus ITERA adalah mendorong hilirisasi komoditas unggulan Lampung sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Hilirisasinya, singkong menjadi mocaf, dengan produk-produk akhir. Dan banyak lagi pala, nanas, lada dan seterusnya. Harapannya, seperti disampaikan tadi, kita akan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah daerah untuk bersama-sama berkolaborasi,” ujar Elfahmi kepada awak media usai acara Dies Natalis ke-12 ITERA yang berlangsung dalam sidang terbuka di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 lantai 4 ITERA, Senin (5/10/2026).
Ia menegaskan, kekuatan pembangunan Lampung tidak dapat hanya bertumpu pada satu perguruan tinggi. Karena itu, ITERA akan memperkuat kolaborasi lintas kampus dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing perguruan tinggi.
“Yang sangat penting itu adalah kita akan bangun keberlanjutan kolaborasi multi kampus. Dua minggu yang lalu saya berkunjung ke Polinela. Kita betul-betul bekerja sama. Jadi hal-hal yang mungkin kita lemah nanti diisi oleh perguruan tinggi yang lain, sehingga kita menjadi sebuah kekuatan yang besar untuk membawa Lampung ini menjadi provinsi yang terus terbaik di Indonesia,” katanya.
Kolaborasi tersebut, lanjut Elfahmi, tidak hanya diarahkan untuk kepentingan Lampung, tetapi juga memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi Indonesia dan dunia.
“Tentu membawa seluruh perguruan tinggi untuk Indonesia dan dunia,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITERA Dr. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D. mengungkapkan bahwa ITERA juga tengah membidik potensi sumber daya strategis yang ada di Lampung, termasuk logam tanah jarang.
Menurut Hadi, komoditas tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui riset dan kolaborasi dengan berbagai lembaga.
“Salah satunya ada komoditas yang mungkin kita belum tahu, di Lampung ini ada namanya logam tanah jarang. Ini merupakan salah satu potensi yang sangat luar biasa juga di Lampung,” ujarnya.
Ia mengatakan, ITERA telah mendapat kesempatan dari Badan Industri Mineral (BIM) untuk melakukan riset terhadap potensi logam tanah jarang di Lampung.
“Kita sudah mendapatkan suatu kesempatan juga dari Badan Industri Mineral yang menghubungi kita untuk mencoba melakukan riset terhadap potensi yang ada di Lampung ini. Dan kita akan mungkin bekerja sama dengan BRIN Tanjung Bintang yang ada di lokasi sini juga untuk melakukan riset,” katanya.
Selain memperkuat riset, ITERA juga terus melakukan pembaruan kurikulum dan inovasi pendidikan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri dan dunia global.
Salah satunya melalui program fast track yang saat ini telah berjalan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Kami juga melakukan pengembangan terhadap inovasi-inovasi pendidikan, salah satunya adalah fast track yang saat ini sudah berjalan dengan ITB. Ke depannya kami mencoba menginisiasikan juga fast track dengan kampus lain,” ujar Hadi.
Program tersebut juga dikembangkan bersama Universitas Airlangga (Unair), khususnya pada bidang biomedis, melalui penyelarasan kurikulum.
Tidak berhenti di dalam negeri, ITERA juga membuka peluang kerja sama pendidikan dan riset dengan perguruan tinggi luar negeri.
Hadi menyebutkan, ITERA telah melakukan penjajakan dengan sejumlah kampus di Thailand serta Nara Institute of Science and Technology (NAIST) di Jepang.
“Mereka membuka peluang kita untuk bisa berkolaborasi tentang riset dan juga untuk edukasi. Ini mudah-mudahan ke depan dalam kepemimpinan Pak Ilham kami bisa mengakselerasikan, mengisi infrastruktur yang ada ini dengan suatu substansi yang bisa mengakselerasikan kontribusi terhadap Lampung, Sumatera, dan Indonesia pada umumnya,” pungkasnya.
Dengan penguatan riset, hilirisasi, pendidikan, serta kolaborasi lintas perguruan tinggi, ITERA kini memosisikan diri bukan sekadar sebagai pusat pendidikan teknologi, melainkan kampus berdampak yang hadir untuk menjawab kebutuhan pembangunan Lampung dan Sumatera. (Ramona)










Komentar