MALANG — Secangkir teh yang hangat menyimpan perjalanan panjang sebelum akhirnya tersaji di meja. Dimulai dari pucuk-pucuk muda di hamparan perkebunan, dipetik dengan tangan, kemudian melalui berbagai tahapan pengolahan di pabrik hingga siap diseduh dan dinikmati.
Pengalaman tersebut kini dapat dirasakan langsung di Wisata Agro Wonosari, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada di tengah perkebunan teh dengan udara pegunungan yang sejuk, Wonosari menawarkan wisata edukasi yang mengajak pengunjung mengenal lebih dekat perjalanan teh dari kebun hingga menjadi minuman.
Konsep tersebut dikemas melalui Paket Wisata Edukasi Teh: Tour Kebun & Pabrik. Pengunjung tidak hanya diajak menikmati panorama perkebunan, tetapi juga mengenal tanaman teh, mempelajari morfologi dan proses budidayanya, serta mencoba memetik pucuk teh secara langsung.
Setelah dari kebun, perjalanan dilanjutkan menuju pabrik pengolahan. Pengunjung dapat melihat tahapan pengolahan daun teh sebelum ditutup dengan pengalaman tea tasting.
Rangkaian kegiatan itu memberikan pengalaman berbeda. Wisatawan tidak hanya melihat hamparan kebun teh sebagai objek wisata, tetapi juga memahami proses panjang yang berada di balik setiap cangkir teh yang mereka konsumsi.
Asisten Agrowisata Wonosari, Rosalia Sandra Jullie, mengatakan konsep wisata edukasi tersebut dikembangkan untuk mendekatkan pengunjung dengan proses sekaligus cerita di balik komoditas teh.
“Kami ingin pengunjung, terutama keluarga dan generasi muda, tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga memahami bagaimana teh yang mereka konsumsi setiap hari dihasilkan. Setiap pucuk teh memiliki cerita tentang kerja keras, tradisi, dan proses pengolahan yang menarik untuk dipelajari,” kata Rosalia di Agrowisata Wonosari, Senin (5/10/2026).
Menurut dia, paket wisata tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kelompok, mulai dari sekolah, instansi, komunitas hingga keluarga.
Wonosari menyediakan enam pilihan paket dengan fasilitas yang beragam. Paket paling dasar dibanderol Rp70.000 per orang dengan minimum 20 peserta.
Paket tersebut mencakup tour kebun dan pabrik, minum teh dan makanan ringan, suvenir, kunjungan ke Rumah Kelinci, serta pemandu wisata.
Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan fasilitas makan siang, tersedia paket Rp85.000 per orang. Sementara paket Rp90.000 per orang memberikan tambahan akses kolam renang.
Untuk rombongan yang menginginkan perpaduan edukasi dan rekreasi, Wonosari menawarkan paket Rp125.000 per orang dengan tambahan fasilitas kolam renang serta pilihan wahana bumper car atau paintball.
Ada pula paket Rp135.000 per orang yang menawarkan aktivitas kreatif berupa membatik canting, selain fasilitas edukasi teh dan rekreasi lainnya.
Sedangkan paket paling lengkap dibanderol Rp165.000 per orang dengan minimum 50 peserta. Paket ini memadukan wisata edukasi teh dengan kegiatan fun outbound yang terdiri dari empat permainan, aktivitas ATV, kolam renang, Rumah Kelinci, makan siang box, minum teh dan makanan ringan, serta suvenir.
Rosalia menegaskan, keberagaman paket tersebut bukan hanya ditujukan untuk menambah pilihan fasilitas bagi wisatawan. Lebih dari itu, Wonosari ingin memperluas pengalaman pengunjung dalam mengenal perkebunan dan komoditas teh secara lebih dekat.
“Harapannya, pengunjung pulang bukan hanya membawa foto atau suvenir, tetapi juga membawa pengetahuan dan pengalaman tentang teh. Kami ingin Wonosari menjadi tempat di mana rekreasi, edukasi, dan interaksi dengan alam dapat berlangsung dalam satu perjalanan,” ujarnya.
Di Wonosari, hamparan perkebunan teh tidak hanya menjadi latar untuk berwisata. Kawasan tersebut sekaligus menjadi ruang belajar terbuka yang memperlihatkan secara langsung bagaimana tanaman teh tumbuh, dipetik, diolah, hingga akhirnya tersaji dalam secangkir minuman.
Dari kebun menuju pabrik dan berakhir di cangkir, Wisata Agro Wonosari menawarkan cara berbeda dalam menikmati teh. Bukan sekadar menikmati keindahan perkebunan, tetapi memahami proses, kerja keras, dan cerita yang membuat setiap tegukan teh memiliki makna. (Ramona).






Komentar